Memegang Kebenaran di Akhir Zaman

Bacaan hari ini: 2 Timotius 3
“Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.” (2 Timotius 3:14)

Firman Tuhan sering mengingatkan kita supaya kita siap menghadapi akhir zaman. Ada tiga ciri manusia yang hidup di akhir zaman. Pertama adalah menuruti hawa nafsu dan menjadi hamba uang (ay. 2, 4). Hal ini berarti, orang akan menghalalkan segala cara mencapai kenyamanan dan kekayaan, sekalipun harus menggunakan cara yang bertentangan dengan kehendak Allah.

Kedua adalah kerohanian semu (ay. 5-7). Hal ini menunjukkan bahwa ibadah seseorang tidak mempengaruhi kehidupannya sehari-hari. Sering, firman Tuhan yang didengar, tidak dipraktikkan dalam kehidupannya sehingga sikap dan perbuatannya tetap menunjukkan pemberontakan kepada Allah dan mengutamakan keinginan diri sendiri.

Ketiga adalah moralitas yang rusak (ay. 3). Yanes dan Yambres ada di antara para ahli sihir Israel, mereka bersama-sama menentang Musa dan Harun pada saat keluar dari Mesir. Mereka meniru mujizat yang dilakukan Musa, namun dengan kekuatan jahat. Namun Paulus mengaharapkan hal yang berbeda dari Timotius (1Tim. 3:10). Paulus menasihatkan Timotius agar memegang semua kebenaran dan mendasarkan kehidupannya hanya kepada firman Tuhan. Hal itu tidak hanya ditujukan kepada Timotius, namun kepada setiap orang percaya.

Dengan menyadari kecenderungan cara hidup manusia akhir zaman, bukan berarti hal itu menjadi suatu kesempatan bagi kita untuk juga terjerumus dalam gaya hidup yang sama. Jadi, bagaimanakah seharusnya kita hidup? Warren Wiersbe menyarankan tiga hal, yaitu: agar kita mempersiapkan diri untuk waspada terhadap cara hidup yang salah, mengikuti teladan yang benar sehingga tidak mudah ikut-ikutan dengan trend yang salah, serta mempelajari Alkitab dengan tekun. Bagaimana dengan Anda hari ini? Apakah kita sudah mengerjakannya? Cara hidup orang percaya seharusnya berada di seputar kebenaran firman Tuhan, sehingga akibatnya adalah tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk melakukan setiap perbuatan baik.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s