Tugas Titus

Bacaan hari ini: Titus 1:5-16
“… supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur …” (Titus 1:5)

Titus disebut anak rohani Paulus, atau anak dalam iman (ay. 4). Tentu Titus bukan satu-satunya anak rohani Paulus, masih ada yang lain seperti Timotius (1Tim. 1:18), yang juga disebut anak dalam iman oleh Paulus. Keduanya mendapat mandat yang hampir sama, yaitu untuk meneruskan iman yang sejati kepada Tuhan Yesus Kristus, melalui berbagai pelayanan. Titus diminta Paulus untuk mengatur dan menetapkan penatua-penatua di setiap kota. Ini adalah cara Paulus mendelegasikan tugas penting kepada anak-anak rohaninya yang setia.

Pertama, integritas seorang pelayan sangat penting, apalagi penatua dalam sidang jemaat, ia harus menjadi panutan bagi banyak orang dan memiliki integritas diri, seperti: suami dari satu istri, hidupnya tidak bercela, perkataannya bisa dipercaya. Dapat mengatur rumah tangga dengan baik dan hidup tertib, tidak peminum, tidak serakah, tidak senonoh, berpegang pada hukum. Maka dari itu, sebelum mengatur dan menetapkan orang lain, ia harus terlebih dahulu menjadi teladan bagi penatua lainnya.

Kedua, karakter seorang pelayan sangatlah penting. Karakter adalah cermin pribadi, jangan sampai pemimpin menjadi orang yang angkuh, pemarah, penipu atau pembohong; tetapi haruslah ia bijak dan adil dalam setiap tindakan. Seringkali seorang pelayan atau pemimpin gereja gagal karena karakternya buruk. Sebagai orang percaya, tidak ada alasan tidak bisa meninggalkan sifat-sifat buruk tersebut, karena kita sudah mengalami pembaruan dalam Kristus; hendaknya watak Kristus ada dalam diri kita.

Ketiga, kemurnian iman. Apa yang menjadi masalah dalam pimpinan gereja, pertengkaran dan perpecahan yang ada? Itu disebabkan karena tidak memiliki kesamaan iman, baik pengajaran otentik yang diajarkan Alkitab, maupun ajaran tradisi manusia. Paulus berkata, “Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman dan tidak lagi mengindahkan dongeng-dongeng Yahudi dan hukum-hukum manusia yang berpaling dari kebenaran.” Bagaimana dengan kita?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s