Teladan Hidup

Bacaan hari ini: Titus 2:1-15
“ … Jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik …” (Titus 2:7)

Hidup merupakan surat terbuka bagi setiap orang, karena penilaian yang paling gampang terhadap diri kita adalah melihat tingkah laku kita. Apa yang orang lain ingat tentang diri kita justru hal-hal yang tidak baik dan itu menjadi kesan seumur hidup. Paulus menasihati Titus dan orang-orang percaya agar menjadi teladan bagi semua orang, baik orang tua, laki-laki dan perempuan-perempuan, anak muda maupun hamba.

Teladan senioritas kaum bapak. Paulus menyebut laki-laki tua sebagai figur bagi semua orang percaya dalam mempersembahkan diri pada Allah sebagai persembahan yang hidup, tanpa minum anggur memabukkan (bdk. 1Tim. 3:2,11), ia dapat menjadi teladan dalam hal moral dan rohani, hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih, dan dalam ketekunan. Bobot kehidupan seperti di atas menjadi keharusan bagi kaum bapak sebagai teladan.

Teladan kaum wanita. Allah mempunyai rencana khusus bagi wanita senior dalam hubungannya dengan keluarga, rumah tangga. Kewajiban seorang istri dan ibu adalah mengabdikan dirinya dan perhatian khusus pada keluarganya, suami dan anak-anak harus merupakan pusat perhatian seorang ibu beriman. Demikian pula ibu-ibu muda harus memelihara anak-anak yang dipercayakan Allah kepadanya sebagai pelayanan bagi Allah. Penolong dan partner setia bagi suaminya, berhati lembut dan bijaksana, suci dan rajin mengatur rumah tangga.

Teladan kaum muda. Belajar mengendalikan dan menguasai diri dari segala hal. Orang muda gampang terpancing dan rawan godaan. Paulus menghendaki Titus agar menjadi teladan bagi kaum muda dalam berbuat baik, kejujuran, kebenaran dan iman. Sehingga tidak ada hal-hal buruk yang dicela oleh orang-orang tentang kita.

Teladan para hamba. Semua orang beriman di mata Paulus haruslah menjadi teladan, sekalipun hamba. Kewajiban mereka adalah taat kepada tuannya dalam segala hal, jangan membantah atau curang. Hendaklah ia hidup tulus dan setia, agar nama Allah dipermuliakan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s