Buah Iman

Bacaan hari ini: Titus 3:1-4
“Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik dan berguna bagi manusia.” (Titus 3:8)

Catatan sejarah menyatakan bahwa sejak dulu, kehidupan manusia diwarnai dengan kekerasan. Dari persaingan di antara kelompok untuk bertahan hidup, sampai saling menaklukkan, dan kemudian berkembang sampai kepada perang antar negara. Dari sisi pengajaran Alkitab, fakta tersebut dijelaskan sebagai dampak dari kejatuhan manusia ke dalam dosa. Dosa mencemari seluruh aspek hidup manusia, dan kejahatan menjadi buah dosa secara nyata.

Di sisi lainnya, secercah kesadaran hari nurani yang masih tersisa, memunculkan keinginan untuk memiliki hidup lebih baik, rukun dan damai. Kejujuran, kesetiaan, kebaikan, tetap diyakini sebagai hal-hal positif yang inginkan banyak orang. Saling menolong, saling berbagi, dan hidup dalam kerukunan tetap diinginkan oleh lebih banyak orang daripada kejahatan.

Di tengah ketegangan antara kebaikan dan kejahatan seperti itulah, agama hadir sebagai semacam “suplemen” untuk mendorong manusia ke arah hidup yang baik. Kebajikan itu bukan saja baik untuk membangun komunitas masyarakat, maupun orang-orang lain, terlebih lagi, baik bagi si pelaku karena perbuatan baik itu akan mendatangkan nilai-nilai kredit yang berkaitan dengan kekekalan; lakukanlah lebih banyak kebajikan, dan perbuatan baik itu akan membawa orang ke sorga.

Kekristenan mengajarkan hal yang sebaliknya. Kebajikan adalah buah dari hidup yang sudah diperbarui. Karena sudah percaya kepada Sang Juruselamat dan mendapatkan hidup baru dari Allah sumber kehidupan, sudah kembali berelasi dengan Allah sumber kebaikan, maka dari itu, kita, orang-orang percaya, secara natural mewujudkan kebaikan di dalam setiap perbuatan kita. Satu-satunya penghalang yang tersisa, adalah pola kedagingan yang masih melekat dalam diri kita dan oleh karena itu, Paulus mengingatkan kita untuk tetap fokus dan sungguh-sungguh berusaha melakukannya. Ini tidak mudah, tetapi inilah buah iman yang sejati. Kita diselamatkan, untuk melakukan perbuatan yang baik, dan menjadi berkat bagi dunia.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s