Supremasi Anak Allah

Bacaan hari ini: Ibrani 1:1-4
“Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah…” (Ibrani 1:3)

Surat Ibrani adalah salah satu kitab Perjanjian Baru yang terpenting dalam studi Kristologi, karena kitab ini sangat banyak berbicara tentang pribadi Yesus Kristus sebagai puncak pewahyuan Allah. Kitab ini kemungkinan besar ditujukan bagi pembaca orang-orang Yahudi yang mengerti isi Perjanjian Lama karena penulis banyak mengutip bagian-bagian Perjanjian Lama, khususnya yang berkaitan dengan peran imam dan liturgi ibadah Yahudi, serta pribadi Anak Allah yang menjadi penggenapan dari nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama.

Pada awal suratnya, penulis langsung menyampaikan tesis dasarnya; bahwa Allah bukanlah Pencipta yang begitu saja meninggalkan ciptaan-Nya dan berada jauh entah di mana, tetapi Allah berkomunikasi dengan manusia melalui satu bangsa yang Dia pilih untuk menjadi sarana pewahyuan. Allah mengutus para nabi sebagai juru bicara untuk mengomunikasikan rencana dan kehendak-Nya. Allah tidak mendiktekan setiap kata kepada manusia, tapi melalui para nabi dan itu sudah terjadi sejak dahulu. Seluruh interaksi antara Allah dengan umat-Nya itu dicatat dan disimpan dari zaman ke zaman, dan dari catatan-catatan itulah wahyu Allah secara progresif disampaikan. Berita utama pewahyuan Allah adalah berkaitan dengan rencana keselamatan bagi manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa. Rencana tersebut kini menjadi genap.

Yesus Kristus adalah puncak pewahyuan Allah kepada manusia. Dia adalah representasi Allah yang sempurna. Dia sudah menyatakan Allah kepada manusia, dan menggenapi karya penebusan-Nya. Kini Dia duduk di sebelah kanan Allah, dalam takhta kemuliaan-Nya. Dialah Tuhan Yesus Kristus yang kita sembah dan layani. Semua itu menjadi bukti ketidakmampuan manusia, dari dirinya sendiri, mencapai pengenalan akan sang Khalik. Tapi Allah lah, yang dengan kerelaan kehendak-Nya, datang dan berkomunikasi dengan manusia. Dengan demikian, kedatangan-Nya dalam sejarah, menghentikan semua spekulasi manusia tentang Allah melalui berbagai agama dan kepercayaan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s