Kesempurnaan Melalui Penderitaan

Bacaan hari ini: Ibrani 2:5-18
“… yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.” (Ibrani 2:10)

Ketika mendengar kata “sempurna”, yang terlintas dalam benak banyak orang adalah, sebuah keadaan tanpa cela dan tanpa cacat. Namun kata “kesempurnaan” dalam ayat 10 ini, bukanlah mengacu pada karakter Yesus sebagai anak Allah yang tanpa cacat (karena karakter-Nya adalah sempurna untuk selamanya), melainkan pada penderitaan-Nya. Penderitaan bukanlah sebuah gambaran yang baik ketika kita bicara tentang kesempurnaan. Penderitaan yang memang harus ditanggung oleh Allah sebagai mediator keselamatan umat-Nya. Dan penderitaan itu juga yang membawa-Nya kepada kemuliaan akhir, karena hanya melalui penderitaan itulah misi keselamatan-Nya, menjadi sempurna. Penderitaan menyempurnakan keselamatan umat manusia.

Penderitaan yang dimaksud bukanlah sekadar penderitaan fisik, namun penderitaan Kristus seutuhnya, dimana untuk seketika Tuhan, yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu diciptakan, telah merendahkan diri-Nya, bahkan lebih rendah dari malaikat (ay. 7). Penderitaan demikian yang menandakan Dia sebagai Juruselamat yang sempurna. Dia yang dalam diri-Nya adalah sempurna, merancang segala sesuatu yang tidak sempurna menjadi sempurna sesuai kehendak-Nya. Hal itu telah terbukti dalam karya terbesar Allah dalam rancangan keselamatan manusia; Dia mengirim, Penebus yang sempurna untuk menyempurnakan karya-Nya. Penebus yang sempurna, yang akan terus menjaga umat tebusan-Nya kepada kemuliaan yang sempurna.

Penderitaan yang membawa kesempurnaan karya penyelamatan Allah seharusnya membuat umat Kristen tidak takut menderita menjalani kehidupan sebagai orang percaya. Satu hal harus diingat oleh umat Tuhan, bahwa “penderitaan karena kesetiaan berjalan di jalan Tuhan, membawa kita pada kemuliaan kekal.” Jadi mari kita tetap berpegang teguh pada iman percaya kita, meski tantangan hidup sebagai orang percaya tidak mudah. Di tangan Allah kita yang sempurna, penderitaan dapat dipakai-Nya untuk memurnikan kehidupan kita, sehingga kita menjadi mulia di hadapan-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s