Kemurtadan

Bacaan hari ini: Ibrani 3:1-19
“Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.” (Ibrani 3:12)

Dalam kehidupan beragama, orang seringkali mengucapkan atau memakai kata “murtad,” namun jika ditanya kembali, belum tentu dia bisa mengetahui dengan jelas apa makna dari kata tersebut. Dari satu pasal yang menjadi bahan renungan kita hari ini, penulis Ibrani menasihatkan pembacanya untuk tidak murtad. Sesungguhnya apa makna kata “murtad” ini? Murtad berarti manusia meninggalkan Allah yang hidup (ay. 12). “Meninggalkan” berarti dia terpisah dari Allah, bukan hanya bersifat teologis, yang berarti hanya meninggalkan paham doktrinal yang dipegang, bukan juga bersifat eklesiastikal yaitu tidak menjadi anggota gereja. Murtad atau meninggalkan Allah yang hidup adalah secara spiritual, artinya adalah bahwa hatinya telah sesat dan terpisah dengan Allah penciptanya (ay. 10). Hati yang sesat membuat seseorang kehilangan cinta dan kesetiaan kepada Allah. Artinya, sekalipun seseorang rajin beribadah kepada Tuhan, tetapi jika hidupnya tidak mau setia dan taat kepada Tuhan, sesungguhnya orang tersebut, termasuk orang yang “murtad.”

Akar kemurtadan adalah hati yang jahat yang berujung pada ketidakpercayaan. Ketidakpercayaan yang membawa dia ke pengasingan spiritual dengan yang ilahi, keterasingan spiritual yang mengakibatkan kematian rohani. Kematian rohani yang membuat seseorang mengalami keterpisahan kekal dengan Tuhan. Orang yang murtad dari Allah tidak akan mengalami kedamaian atas pengampunan dosa, dan dia akan mengalami kematian kekal. Orang-orang yang demikian adalah orang-orang yang sejak semula, sekalipun ia mengakui dirinya percaya Tuhan Yesus, namun sesungguhnya, hatinya tidak pernah sungguh-sungguh percaya kepada Dia; sama seperti bangsa Israel yang dituntun Tuhan, sekalipun mereka adalah termasuk umat-Nya, tetapi tidak pernah mempercayai-Nya.

Namun syukur kepada Tuhan Yesus yang telah menjamin keselamatan kita di dalam diri-Nya, sehingga kita bukanlah orang-orang, yang sekalipun bisa tidak setia kepada-Nya, kehilangan pengharapan kita. Untuk itu saudara, jagalah hati kita, agar tidak murtad, sebab Dia tidak segan untuk mendisiplin kita!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s