Iman yang Bertumbuh Oleh Firman

Bacaan hari ini: Ibrani 4:1-13
“Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu.” (Ibrani 4:7)

Perikop ini melanjutkan perikop sebelumnya, yang berkenaan dengan masalah kemurtadan yang terjadi dalam jemaat, yang terlihat mata kita. Karena itu, tanpa ragu-ragu penulis memberikan contoh nyata tentang bangsa Israel yang sebagian tidak dapat masuk ke tanah perjanjian sebagai tempat perhentian yang telah dijanjikan oleh Tuhan (ay. 6). Penulis juga menyadari bahwa tempat perhentian itu masih berlaku (ay. 1) selama sejarah ini belum berakhir, yang nantinya akan digenapi di dalam Yesus Kristus dengan kedatangan-Nya yang kedua (ay. 8) sebagai perhentian yang sempurna. Perhentian kekal inilah yang seharusnya dinantikan oleh umat Tuhan dalam gereja-Nya.

Dalam pengembaraannya selama 40 tahun di padang gurun, bangsa Israel telah dikenyangkan dengan berita firman, bahkan disertai dengan banyak mujizat, namun mengapa sebagian besar dari mereka tidak dapat masuk ke tanah perjanjian? Jawabannya adalah ketidaktaatan (ay. 6) yang bersumber pada iman yang tidak bertumbuh oleh firman, atau firman yang tidak diimani (ay. 2). Ini adalah prinsip hukum rohani yang dinyatakan oleh Alkitab, bahwa iman timbul dari pendengaran oleh firman (Rm. 10:17) yang dikerjakan oleh Roh Kudus (Yoh. 14:26; 16:13).

Keutamaan firman ditegaskan dalam perikop ini bahwa firman itu hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua yang mampu membedakan pertimbangan dan pikiran hati manusia (ay. 12), sehingga tidak ada seorangpun yang dapat bersembunyi dari hadirat-Nya untuk mempertanggungjawabkan seluruh hidupnya (ay. 13). Alkitab menyatakan bahwa firman kebenaran yang diberitakan kepada setiap umat-Nya tidak akan kembali dengan sia-sia (Yes. 55:11), dan sebaliknya firman itu bersifat menghakimi bagi siapapun yang mendengarnya (Yoh. 12:48). Karena itu, sebagai umat Allah, seharusnya kita menyukai firman kebenaran yang memberikan kekuatan bagi iman kita untuk dapat terus bertumbuh di dalam ketaatan kepada kehendak-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s