Yesus Pengantar yang Sempurna

Bacaan hari ini: Ibrani 4:14-5:10
“Dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek.” (Ibrani 5:10)

Ketaatan orang percaya kepada firman, yang bertumbuh di dalam iman, merupakan bagian dari anugerah Allah yang bekerja secara efektif oleh karya Roh Kudus (Ef. 2:8-10), sehingga tidak ada rumusan bahwa manusia dengan perbuatannya dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Perikop ini menegaskan peranan penting Yesus Kristus sebagai Pengantara sempurna bagi orang percaya kepada Allah di sorga. Tugas kepengantaraan Yesus Kristus merupakan ketetapan Allah sebagai kehormatan yang dikaruniakan berdasar panggilan-Nya (ps. 5:1,4), bukan sesuatu yang dicari-cari ataupun diada-adakan oleh teori manusia. Hal ini ditunjukkan dengan jelas, bagaimana peranan yang dilakukan oleh Yesus Kristus, Pengantara kita.

Yesus yang diutus oleh Allah sebagai pengantara bukanlah idealisme teori, melainkan realitas nyata di mana Anak Allah menjadi manusia untuk turut merasakan kelemahan manusia dan bahkan telah dicobai, walaupun tidak berbuat dosa (ps. 4:15). Ini menunjukkan bahwa Ia sungguh-sungguh menjadi manusia, sehingga Ia mengerti kelemahan kita, bukan sekadar dengan kemahatahuan-Nya sebagai Anak Allah, tetapi juga memahami dengan segenap jiwa-raga yang dialami dalam kemanusiaan-Nya. Hal ini dipertegas dengan pernyataan bagaimana dalam hidup-Nya sebagai manusia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan pada Allah (ps. 5:7). Di sinilah peranan kepengantaraan Yesus sebagai Imam Besar menjadi titik krusial yang mencapai titik puncak, melalui ketaatan-Nya dalam penderitaan untuk menjadi korban pengganti, sehingga sifat kepengantaraan-Nya adalah sempurna dan tiada duanya (ps. 5:8-10). Oleh sebab itu, dikatakan bahwa ke-Imamatan Yesus Kristus bersifat agung, karena Ia telah melintasi semua langit untuk menyatakan bahwa tidak ada lagi batasan antara Allah dan manusia (ps. 4:14), dan Ia diperanakkan dalam kekekalan ilahi dan ditetapkan sebagai Imam Besar menurut peraturan Melkisedek, untuk menyatakan keabsahan kepengantaraan Yesus Kristus bagi manusia (ps. 5:5-6).

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s