Yesus dan Melkisedek

Bacaan hari ini: Ibrani 7:1-28
“Sebab tentang Dia diberi kesaksian: Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.” (Ibrani 7:17)

Sejak pasal 4 surat Ibrani, penulisnya terus berbicara mengenai Yesus sebagai Imam Besar. Namun, salah satu hal yang menghalangi mereka percaya Yesus sebagai Imam Besar adalah karena Yesus dilahirkan dari suku Yehuda. Sedangkan dalam Taurat bangsa Ibrani, Imam Besar haruslah berasal dari keturunan Harun atau Lewi. Menghadapi pandangan orang-orang Ibrani ini, di pasal 7 penulis Ibrani memberikan alasan mengapa Yesus adalah Imam Besar.

Pertama, Yesus menjadi Imam Besar menurut peraturan Melkisedek. Artinya, Yesus adalah Imam Besar yang melampaui keimaman dari hukum taurat dan dari Harun. Dalam ayat 1-10 penulis memaparkan alasannya, seperti kisah Melkisedek yang bukan keturunan Harun atau Lewi, bahkan silsilahnya pun tidak diketahui, tapi dipakai oleh Allah untuk menjadi Imam Besar yang memberkati Abraham dan menerima persepuluhan darinya. Kedua, keimaman Yesus merupakan jaminan dari sebuah perjanjian yang lebih kuat (ay. 22). Penulis Ibrani menjelaskan hal ini terjadi karena masa jabatan imam kaum Lewi dan Harun terbatas oleh usia mereka. Sebaliknya, Yesus hidup untuk selama-lamanya, maka jabatan Imam Besar Yesus tidak dapat beralih kepada orang lain. Selain itu, keimaman Yesus lebih kuat karena Ia adalah imam yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga (ay. 26); tidak seperti imam-imam besar lainnya, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya. Sebaliknya, satu kali untuk selama-lamanya, Yesus mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban (ay. 27).

Sebagai pembaca modern, penulis Ibrani pun menyampaikan hal yang sama kepada setiap kita, bahwa Yesus adalah Imam Besar yang mampu menjembatani kita dengan Allah. Segala dosa kita dapat dihapus, melalui diri Tuhan Yesus. Biarlah kita sebagai orang-orang percaya, dapat semakin mengagumi karya Tuhan Yesus yang menyatakan Allah kepada kita, dan sekaligus membawa kita kepada Allah.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s