Yesus Imam Besar yang Sempurna

Bacaan hari ini: Ibrani 8:1-13
“Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga.” (Ibrani 8:1)

Kemarin kita sudah membahas bahwa kesulitan orang Yahudi mengakui Yesus sebagai Imam Besar adalah karena mereka mempunyai hukum taurat yang mengajarkan bahwa Imam Besar harus berasal dari keturunan Lewi. Selain masalah itu, ada lagi hal yang membuat orang-orang Yahudi sulit mempercayai Yesus sebagai Imam Besar, yaitu orang-orang Yahudi mengagungkan akan agama mereka. Mereka sangat bangga memiliki bait suci, sistem keimaman, persembahan korban dan pakaian Imam yang sangat indah. Untuk menjawab masalah inilah penulis Ibrani menulis pasal 8 ini. Penulis Ibrani ingin mengatakan, memang benar orang-orang Yahudi memiliki hal yang indah dalam agama mereka, tapi semua itu adalah bayangan, belum mencapai kesempurnaan. Kesempurnaan yang harusnya mereka banggakan, ada di dalam Kristus Yesus. Penulis Ibrani menjelaskan ada 2 hal mengapa Yesus adalah Imam Besar yang Sempurna.

Pertama, karena Yesus mendapatkan pelayanan yang lebih agung dan mulia. Pelayanan Yesus lebih agung dan mulia karena Dia melayani di sorga, bukan di bumi. Dia melayani bukan di bait Allah, tapi di tempat tinggal Allah di sorga. Dalam pasal 7 dijelaskan bahwa Yesus lebih sempurna karena Dia menjabat sebagai Imam Besar untuk selama-lamanya, karena kematian tidak dapat menguasai Dia.

Kedua, karena Yesus menjembatani perjanjian yang sempurna antara Allah dan manusia. Ibrani 8:6 menulis: “Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.” Iini terjadi karena Yesus mempersembahkan diri-Nya sendiri, bukan hewan! Dia menghapus dosa selama-lamanya, bukan hanya sementara! Yang terpenting adalah, karena Yesus menyatakan perjanjian anugerah, bahwa kelayakan kita di hadapan Tuhan bukan karena kebaikan kita, seperti yang diajarkan oleh hukum taurat, melainkan karena anugerah Tuhan. Karena itulah Yesus menjadi pengantara dari Perjanjian yang lebih tinggi.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s