Nasihat dari Surat Ibrani

Bacaan hari ini: Ibrani 13:1-25
“Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.” (Ibrani 13:16)

Ibrani pasal 13 ini memberikan beberapa nasihat terakhir kepada para pembacanya agar mereka tetap menjaga agar kasih persaudaraan itu terus hidup dan nyata dalam kehidupan mereka. Hukum ini merupakan hukum dasar yang Tuhan berikan pada setiap kita, anak-Nya; bahwa kasih kepada Tuhan itu harus dinyatakan dalam kasih kepada sesama.

Kasih kepada sesama diwujudkan dalam hal menolong orang asing (ay. 2), memperhatikan para tawanan atau yang diperlakukan tidak adil (ay. 3), menguasai hawa nafsu khususnya dengan menjaga kekudusan dalam pernikahan (ay. 4), menjauhkan diri dari ketamakan (ay. 5). Dengan kata lain, kita dipanggil untuk tidak hidup berorientasikan kepuasan diri sendiri.

Nasihat yang diberikan penulis surat ini bukan hal yang mudah, karena keegoisan, seks dan uang merupakan godaan dosa yang sering membuat anak-anak Tuhan jatuh. Namun, penulis mengingatkan janji Tuhan bahwa dalam semuanya itu, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita, Ia akan menolong kita. Setelah itu, penulis juga mengingatkan pembacanya agar mereka tidak melupakan pemimpin-pemimpin mereka melainkan mau taat dan tunduk kepadanya. Memang tidak ada pemimpin yang sempurna, tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat kesalahan, setiap orang memiliki banyak kekurangan/kelemahan, begitu juga dengan pemimpin gereja kita, maupun para hamba Tuhan.

Tetapi seorang hamba Tuhan dipanggil oleh anugerah Tuhan. Mereka dipercayakan tanggung jawab untuk berjaga-jaga atas keselamatan jiwa kita. Karena itu kita tidak boleh meremehkannya, apalagi bersikap tidak hormat kepadanya. Kita harus taat dan menurut kepada mereka dalam hal-hal rohani, menaruh rasa hormat dan meneladani pengorbanannya dalam hal pelayanan yang dilakukannya bagi setiap kita, sekalipun mereka tidak sempurna. Janganlah jadikan kekurangan dan kelemahan pemimpin kita sebagai bahan ejekan, tapi berdoalah terus bagi mereka. Dengan demikian kita telah mengerjakan apa yang berkenan kepada-Nya (ay. 21).

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s