Iri Hati dan Mementingkan Diri

Bacaan hari ini: Yakobus 4:1-10
“Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.” (Yakobus 4:10)

Konteks pembicaraan Yakobus pada pasal ini nampaknya ditujukan untuk persoalan “iri hati dan mementingkan diri sendiri,” yang dimulai dari pasal 3:13-18 sampai pasal 4:10. Apa yang Yakobus ingin tegaskan dalam permasalahan ini?

Pertama, dosa iri hati dan mementingkan diri sendiri tidak pernah menghasilkan kebaikan dalam diri seseorang. Sekalipun dosa ini ditutupi dengan berbagai cara, namun dosa ini akan nampak dari buahnya, yaitu munculnya “kekacauan dan segala macam perbuatan jahat” (ps. 3:16). Itu sebabnya Yakobus menegur dengan keras, agar mereka tidak menutupi dengan kesombongan, sebab hal itu justru melawan kebenaran dan mengikuti jebakan hawa nafsu dan setan (ps. 13:14-15).

Kedua, dosa iri hati dan mementingkan diri sendiri menghambat doa kita di hadapan Tuhan. Dosa ini tidak hanya merusak diri sendiri dan relasi kita dengan sesama, tetapi juga merugikan diri kita, karena doa kita tidak diperkenan Tuhan (ps. 4:3).

Ketiga, dosa iri hati dan mementingkan diri sendiri bukanlah cerminan anak Tuhan, tetapi “sahabat dunia.” Yakobus secara tegas mengingatkan, sikap demikian bukanlah tanda dari orang beriman, tetapi “sahabat dunia,” artinya menjadikan dirinya “musuh Allah” (ps. 4:4). Dengan kata lain, orang yang berbuat salah, tapi tidak merasa bersalah, bahkan meninggikan diri, adalah sebuah kecongkakan di hadapan Tuhan. Orang-orang itu demikian jauh dari berkat Tuhan; dan Tuhan menentangnya (ps. 4:6).

Karena itu, Yakobus mengingatkan jemaat Tuhan untuk melawan dosa semacam ini dan tidak mengikuti kehendak Iblis. Mereka harus tunduk dan merendahkan diri di hadapan-Nya (ps. 3:7), menyucikan hati, dan tidak kuatir/mendua hati. Orang-orang yang demikianlah yang akan ditinggikan Tuhan, dan diberkati-Nya. Bagimana dengan diri kita pada hari ini? Adakah kekuatiran dalam diri kita, membuat kita iri dan mementingkan diri sendiri? Tanggalkanlah semuanya itu dan berserahlah kepada Tuhan, maka Ia akan menolong kita!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s