Suami Istri di Dalam Tuhan

Bacaan hari ini: 1 Petrus 3:1-7
“Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya.” (1 Petrus 3:1)

Merdeka identik dengan kebebasan, maka sering dimengerti bahwa hidup merdeka berarti hidup bebas tanpa ada aturan yang membatasi. Maka, orang Kristen yang telah dimerdekakan Kristus dari dosa juga mempunyai hidup yang bebas, alias tanpa aturan. Benarkah demikian? Ternyata dari firman Tuhan yang kita baca tidaklah demikian. Merdeka dalam Kristus tidak berarti bebas tanpa aturan, tetapi justru kita diminta untuk hidup sebagai hamba Allah. Mari kita melihat beberapa hal yang diajarkan kepada kita yang telah dimerdekakan dalam Kristus.

Pertama adalah, agar orang Kristen menjauhkan diri dari keinginan daging dan sebaliknya memiliki cara hidup yang baik yang memuliakan Allah (ay. 11-12). Kehidupan semacam ini akan menjadi satu kesaksian yang baik bagi mereka yang mencela Kekristenan atau bagi mereka yang belum percaya kepada Kristus. Ini seperti jemaat Tuhan pada zaman itu, yang hidup di tengah orang-orang yang tidak percaya, bahkan beberapa dari mereka sangat menentang ke-Kristen-an. Kita juga diingatkan untuk jangan berlaku munafik. Di depan orang, kita terlihat baik, tapi sebenarnya kita sedang menutupi perilaku kita yang jahat (ay. 16).

Kedua adalah agar orang Kristen hidup sebagai warga negara yang baik (ay. 13-14). Ini sama dengan yang dinasihatkan rasul Paulus kepada jemaat Roma (Roma 13:1-7). Orang Kristen diminta untuk tunduk kepada pemerintah karena Allah. Pemerintah ditetapkan Allah untuk menghukum orang jahat dan menghormati orang yang berbuat baik. Sekali lagi, dengan berbuat demikian orang Kristen telah menunjukkan kesaksian hidup yang baik.

Ketiga adalah agar orang Kristen dapat saling mengasihi saudara seimannya. Kehidupan orang Kristen pada zaman itu tidaklah baik. Mereka dipersulit sehingga banyak yang hidup dalam kekurangan. Oleh karena itu, orang Kristen yang berkecukupan diminta untuk belajar mengasihi serta memperhatikan saudara seiman yang kekurangan. Bukankah ini adalah hal yang baik di dalam Kristus?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s