Tugas dan Tanggung Jawab Gereja

Bacaan hari ini: 1 Petrus 5:1-4
“Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, …” (1 Petrus 5:2)

Jabatan pemimpin dalam perusahaan atau pemerintahan banyak diincar orang. Dengan jabatan itu mereka akan mendapatkan banyak keuntungan, fasilitas, kekuasaan dan penghormatan. Namun, bagaimana dengan jabatan sebagai pemimpin gereja?

Petrus dengan tegas mengingatkan bahwa sebagai pemimpin gereja, bukan keuntungan, fasilitas, kekuasaan dan penghormatan yang dikejar. Sebaliknya, sebagai pemimpin gereja mereka diberi tugas dan tanggung jawab untuk menggembalakan jemaatnya, yaitu mengurus, memelihara, memberi makanan rohani kepada jemaatnya. Petrus juga mengingatkan bahwa jemaat yang dilayani itu bukanlah milik mereka sendiri, tetapi milik Tuhan (ay. 2). Jadi, para pemimpin gereja tidak bisa bertindak sesuka hati terhadap jemaat, karena mereka harus bertanggung jawab kepada Tuhan sebagai Pemilik jemaat dan Pemberi tanggung jawab itu. Ketika Petrus menuliskan bagian ini, tentu ia masih ingat betul bagaimana Tuhan Yesus memulihkan dirinya dan memberinya kesempatan untuk menggembalakan domba-domba Allah (Yoh. 21:15-19).

Lalu, bagaimanakah pemimpin gereja harus menggembalakan jemaatnya? (1) Dengan sukarela sesuai kehendak Allah (ay. 2a). Kata “sukarela” terdiri atas 2 kata: “suka” dan “rela”. Berarti melayani jemaat itu harus dengan rela (tidak terpaksa), tapi juga dengan sukacita. (2) Dengan pengabdian diri, bukan untuk mencari keuntungan (ay. 2b). Ketika melayani menjadi pemimpin jemaat, jangan berpikir untuk mendapat atau mengingini keuntungan materi, fasilitas, penghargaan dan penghormatan dari orang lain. Layanilah dengan pengabdian diri, yang berarti justru dengan hati yang rela berkorban. (3) Dengan menjadi teladan (ay. 3). Seringkali jabatan pemimpin dimaknai dengan berkuasa dan memerintah, sehingga ada banyak orang yang ingin menjadi pemimpin karena merasa bisa berkuasa, bahkan memerintah orang lain sesuai dengan keinginannya. Tetapi Petrus mengingatkan sebaliknya, bahwa seorang pemimpin justru harus bekerja terlebih dahulu memberikan teladan kepada jemaatnya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s