Mengasihi Dengan Perbuatan

Bacaan hari ini: 1 Yohanes 3
“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” (1 Yohanes 3:18)

Pembicaraan tentang kasih bukanlah hal yang baru dalam kehidupan orang Kristen, tetapi mengasihi seperti cara Allah mengasihi kita merupakan hal yang tidak mudah. Pada suratnya yang pertama, Rasul Yohanes berbicara tentang kasih. Ia mendorong kita agar mengasihi dengan perbuatan, bukan dengan perkataan. Kata-kata/ungkapan bibir itu memang penting, tetapi menjadi tidak bermakna jika tidak terwujud dalam perbuatan. Penting bagi orang Kristen tetap memahami kasih Allah yang besar dan meneruskan kasih itu pada sesamanya. Kasih itu perlu tindakan nyata, bukan hanya perkataan karena kasih Allah kepada manusia juga dinyatakan secara nyata melalui kehadiran Kristus di dunia sebagai manusia di hari Natal hingga kematian-Nya di kayu salib. Kasih perlu kerelaan untuk berkorban.

Mengasihi bukanlah hal yang mudah, namun ada alasan mengapa kita perlu mengasihi. Pertama, Tuhan menciptakan kita dalam kasih. Kedua, melalui kelahiran kembali maka kita diberikan kemampuan mengasihi Tuhan dan sesama sebagaimana yang Allah kehendaki. Ketiga, Kristus telah mengorbankan Diri-Nya bagi kita karena kasih. Dengan demikian, tidak ada satu pengorbanan apa pun yang terlalu besar untuk menunjukkan kasih kepada sesama, karena Kristus telah menunjukkan pengorbanan yang terbesar.

Bagaimana cara mengasihi dalam perbuatan? Jika memiliki sesuatu dan melihat saudara kita kekurangan, kita harus segera membantunya (ay. 17). Tidak cukup kita hanya berkata-kata, tanpa benar-benar mencari tahu keadaan atau masalah yang sedang ia hadapi. Sehingga akhirnya kita tidak dapat memberikan bantuan atau dorongan semangat yang tepat. Namun, harus diperhatikan, bahwa perbuatan kasih pun harus dalam kebenaran. Artinya, kasih itu bersumber dari Allah, dengan demikian semua alasan, cara maupun tujuan kita mengasihi tidak boleh bertentangan dengan tuntunan firman Allah sendiri. Jika seseorang, dengan alasan kasih, lalu berkompromi dengan dosa, maka sesungguhnya hal itu bukanlah kasih.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s