Allah Pencipta Segalanya

Bacaan hari ini: Wahyu 4
“Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada…” (Wahyu 4:11)

Dari penjelasan terhadap keadaan ketujuh Jemaat di Asia Kecil, kita mengerti bahwa Yesus tahu kekurangan maupun kelebihan dari setiap jemaat yang ada. Secara khusus kitab Wahyu ini diberikan kepada Rasul Yohanes untuk menguatkan iman orang percaya dalam menghadapi tantangan, pencobaan, dan penderitaan yang mereka hadapi, agar mereka setia bertahan sampai akhirnya.

Penggambaran terhadap ketujuh jemaat tersebut selalu diakhiri dengan janji penghargaan yang kekal dari Tuhan, dan itu bukan omong kosong! Oleh sebab itu, saat ini (pasal keempat), Rasul Yohanes diberikan kesempatan untuk menyaksikan kemuliaan Allah yang kekal, yang tidak pernah dilihat dan dibayangkan oleh siapa pun di dunia ini. Dia melihat ada pintu sorga terbuka, dan ia hanya dapat menyaksikan hal-hal tersebut (kemuliaan sorgawi) pada waktu ia kembali dikuasai secara penuh oleh Roh Kudus (ay2–11). Sekalipun kita hari ini membaca beritanya, namun tetap sulit bagi kita untuk membayangkan keindahan, keagungan, dan kemuliaan yang sorgawi tuliskan, namun saudara sekalian, kita semua percaya bahwa itu benar, bukan?! Terpujilah nama Tuhan, karena Ia telah menciptakan segala sesuatu; dan kehendak Tuhan pasti indah di dalam segala sesuatu (ay. 11).

Saudara-saudari sekalian, mungkin hari ini dalam perjalanan iman tidak selalu mulus dan indah, melainkan penuh luka dan susah. Namun kita jangan hanya melihat keadaan yang ada di dunia ini, kita harus senantiasa mengarahkan mata iman kita kepada pengharapan yang pasti di dalam janji Kristus yang bersifat kekal dan nyata, jauh lebih nyata dari kehidupan dunia yang semu ini. Untuk dapat menghayati kemuliaan dan penghiburan sejati dari sorga melalui Wahyu yang diberikan Yesus kepada kita semua, kita harus senantiasa hidup di dalam Roh Kudus, yaitu peka akan pimpinan Roh Kudus dan taat penuh kepada-Nya. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari kerinduan kita untuk belajar firman-Nya, berdoa, dan melakukan Firman Tuhan untuk menjadi berkat bagi sesama kita!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s