Hukuman dan Janji Tuhan

Bacaan hari ini: Wahyu 6:1-17
“… dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: Mari!” (Wahyu 6:1)

Wahyu pasal 6 ini adalah kelanjutan dari pasal 5 yang berbicara mengenai gulungan kitab yang ditulis bagian depan dan bagian belakangnya. Jika di pasal 5 diceritakan mengenai Tuhan Yesus yang layak menerima dan membuka kitab itu, maka pasal 6 berbicara mengenai masa dimana Tuhan Yesus membuka ketujuh materai gulungan kitab itu. Tiap kali satu materai dibuka, maka ada sebuah peristiwa dahsyat terjadi di atas muka bumi ini; sehingga, “raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: ‘Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu.’ Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?” (Why. 6:15-17).

Dari kejadian penghukuman Tuhan terhadap dunia ini, kita bisa mempelajari dua hal. Pertama, Tuhan menepati janji-Nya bahwa Dia akan menghakimi dunia yang jahat ini. Banyak orang tidak mau percaya kepada Yesus, tidak mau bertobat dari segala kejahatan mereka dan menerima Yesus sebagai Juruselamat, karena mereka berpikir hari penghakiman, hari dimana Tuhan Yesus akan menghukum dunia ini adalah isapan jempol. Mereka berpikir bahwa dunia ini akan tetap berjalan seperti biasa, dan tidak ada yang akan menghakimi kejahatan mereka. Tetapi melalui wahyu yang diberikan kepada Yohanes, Yohanes mengonfirmasi bahwa janji Tuhan yang akan menghakimi dunia ini, adalah benar. Setiap orang, baik itu raja maupun rakyat biasa, bahkan para budak, tidak akan terluput dari penghakiman ini.

Kedua, jerih payah dan pengorbanan para martir tidaklah sia-sia. Kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih (Wahyu 6:9-11). Artinya, kematian para martir bukanlah hal yang sia-sia. Mereka menjadi martir karena mereka membela nama Tuhan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s