Doa Orang-Orang Kudus?

Bacaan hari ini: Wahyu 8:3-4
“Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.” (Wahyu 8:4)

Wahyu pasal 8 memberi gambaran tentang materai ketujuh yang dibuka. Dalamnya ada sebuah ritual yang nampak, sebagaimana yang dilihat oleh Yohanes. Apa yang dilihatnya, yaitu: pedupaan emas, kemenyan dan doa-doa semua orang kudus yang dinaikkan kepada Allah. Sekilas, ritual ini menggambarkan prosesi pembakaran ukupan di dalam Perjanjian Lama, sebagaimana diatur TUHAN sendiri, pada setiap pagi (bdk. Kel. 30:7-9). Setiap orang Israel diharuskan mempersembahkan persembahan ukupan kepada TUHAN setiap pagi dan dilakukan secara turun-temurun. Tujuan ritual ini adalah mempersembahkan wangi-wangian di hadapan TUHAN, agar TUHAN berkenan kepada orang Israel.

Dalam penglihatannya, Yohanes, yaitu dalam pasal 8:3-4, melihat doa orang-orang kudus yang dinaikkan kepada Allah bersama-sama dengan kemenyan dalam pedupaan emas. Malaikat Tuhan bertindak untuk membakar kemenyan tersebut, sehingga asap kemenyan itu dan doa-doa orang kudus naik ke hadapan Allah. Penglihatan ini memberikan arti secara simbolis. Simon J. Kistemaker menjelaskan bahwa, karena natur berdosa kita, maka doa-doa yang kita ucapkan, tidak sempurna dan mengandung cacat. Doa harus dipersembahkan dengan bau harum kemenyan supaya bisa diterima Allah. Semua doa kita memiliki kekurangan dan telah dicemari oleh keegoisan, formalitas dan ketergesa-gesaan tanpa dilandasi dengan motivasi yang murni dan kerendahan hati di hadapan Allah. Daud pernah berdoa demikian: “Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang” (Mzm. 141:2).

Bagaimana dengan kita? Seringkali orang Kristen berdoa dan hanya mementingkan “hasil dari apa yang akan kita terima sebagai jawaban doa” dan bukan kepada prosesnya “kerendahan hati, kemurnian, dan motivasi yang benar” di dalam berdoa. Seharusnya, apapun jawaban doa yang kita terima, tujuan doa tersebut tetap harus bisa menyenangkan hati Allah serta sesuai dengan kehendak-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s