Dua Saksi Allah

Bacaan hari ini: Wahyu 11:1-14
“Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit dan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut.” (Wahyu 11:11)

Kita tidak tahu dengan jelas siapa sesungguhnya dua saksi itu, tetapi yang jelas, Tuhan melindungi mereka dan kemudian mengizinkan mereka dibunuh. Tuhan mengijinkan kedua hamba Tuhan itu mati setelah mereka menyeselesaikan tugasnya (ay. 7). Kematian dua orang saksi Tuhan ini menimbulkan kegembiraan dan kesukacitaan atas mereka yang menentang kesaksian mereka. Atas kematian dua saksi Allah ini, mereka seolah-olah telah mengalami kemenangan.

Kematian para saksi Kristus ini hanya tiga setengah hari (ay. 9-10); setelah itu, Allah meniupkan nafas kehidupan ke dalam mayat kedua saksi ini (bdk. Ayb. 33:4; Yeh. 37:5-14). Seperti Ia meniupkan nafas kehidupan ke dalam lubang hidung Adam (Kej. 2:7), Ia membuat orang mati dan hidup kembali (Ayb. 19:25-27). Apakah arti kebangkitan ini? Sedikit sekali yang Yohanes paparkan sehingga kita hanya bisa menduga. Hal ini mungkin merujuk kebangkitan orang mati ketika Tuhan Yesus datang kembali (1Tes. 4:16-17), yaitu hari besar dan mulia sebelum hari kiamat, “Dan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut.” Timbullah kehebohan ketika Allah menghidupkan kembali kesaksian jemaat dan melawan dunia. Para saksi ini tidak dibangkitkan untuk menobatkan orang-orang tidak beriman, sebab masa anugerah telah berakhir saat penghakiman Allah tiba. Dunia yang bersukacita atas kematian para hamba Tuhan itu (ay. 10), tiba-tiba sadar bahwa hukuman sedang mendekati mereka. Akibatnya, mereka dipenuhi dengan rasa takut dan ngeri.

Kemudian Tuhan Yesus memerintahkan kedua saksi Allah yang dibangkitkan itu untuk naik ke sorga dan bertemu dengan-Nya. Pada saat orang-orang kudus ini diangkat ke udara, musuh-musuh Allah melihat dan bahkan mengamati mereka dengan takut dan gentar akan hukuman yang sudah mendekati mereka. Sesungguhnya kenaikan ini merupakan kemenangan yang sempurna atas si jahat (ay. 12). Sebagai orang percaya dalam zaman ini, marilah kita tetap setia kepada Tuhan dan setia menjadi saksi-Nya, sekalipun pada masa-masa sulit.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s