Nyanyian Kemenangan

Bacaan hari ini: Wahyu 12:10-12
“Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, …” (Wahyu 12:10)

Yohanes berkata bahwa ia mendengar suara nyaring di sorga (ay. 10). Suara itu adalah suara nyanyian kemenangan dari sekelompok penyanyi di sorga. Siapakah mereka? Kemungkinan, mereka ini adalah orang-orang kudus yang ada di sorga (bdk. ps. 11:15). Mereka menyanyikan suatu nyanyian pujian kemenangan.

Nyanyian pujian kemenangan ini berbicara tentang nasib akhir dari Iblis (ps. 20:10) yang selalu mendakwa umat Tuhan. Siang malam ia datang ke takhta Tuhan untuk mendakwa umat Tuhan (bdk. Ayub 1-2; Zakharia 3). Ketika Tuhan Yesus naik ke atas takhta dengan kuasa penuh untuk memerintah, Iblis dilemparkan keluar dari sorga. Setelah dilemparkan ke bumi, Iblis tidak lagi bisa mendakwa orang-orang beriman di hadapan takhta Allah, tetapi ia tidak mau menerima kekalahan ini dan berhenti dari segala pekerjaannya yang jahat. Iblis terus melancarkan serangan siang-malam dengan tiada henti-hentinya, mendakwa para pengikut Kristus dan menganiaya hati nurani mereka. Iblis melakukan hal ini dengan cara menggoda seseorang sehingga manusia jatuh dalam dosa, dan jika usaha ini berhasil, maka ia akan mulai menuduh. Namun ia gagal dalam usahanya karena anugerah pengampunan Allah melalui darah Kristus telah dicurahkan (bdk. Ibr. 9:22).

Pujian ini menghormati Allah dan mengaitkannya dengan keselamatan umat Allah di dalam Kristus, kuasa yang Yesus terima untuk mengalahkan Iblis, dan kerajaan yang Tuhan serahkan kepada-Nya (1Kor. 15:24-28). Allah memegang kuasa tertinggi dalam Kerajaan-Nya. Meski Tuhan Yesus telah diberikan otoritas penuh, Allah-lah yang memerintah Kerajaan-Nya melalui Putera-Nya (ps. 11:15). Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan si bumi” (bdk. Mat.28:18). Orang-orang beriman, yang telah ditebus oleh darah Kristus, tanpa takut dan ragu-ragu menjadi saksi-saksi-Nya (ps. 6:9). Mereka yang telah ditebus ini tidak takut kehilangan nyawanya demi Injil; mereka rela berkorban demi Kristus. Bagimana dengan kita?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s