Nyanyian yang Dinantikan

Bacaan hari ini: Wahyu 15:1-4
“Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa!…” (Wahyu 15:3)

Pada umumnya, ketika manusia mengalami pergumulan berat, selalu terbersit sebuah pengharapan untuk mengatasi gejolak hatinya. Itu sebabnya, kita sering mendengar slogan: “Yang tertawa terakhir, itulah yang menang.” Di balik perkataan ini, menunjukkan bahwa dalam pergumulan seberat apa pun, apabila seseorang mampu mengatasinya sampai akhir, dialah pemenang atas masalah dalam hidup. Pengharapan seperti apa yang menjadikan setiap anak Tuhan itu mampu menghadapi segala macam persoalan hidupnya?

Rasul Yohanes dalam tulisannya mengingatkan bahwa Allah yang kita percayai dan sembah, dalam nama Tuhan Yesus, ialah Allah yang memiliki sifat adil dan benar; Allah menghukum, tapi memulihkan; Allah yang dalam segala perbuatan-Nya selalu memberikan kemenangan dan setia kepada janji-janji-Nya. Perikop ini memaparkan kondisi kejahatan yang semakin dahsyat, yang ditimbulkan oleh si jahat dan para pengikutnya terhadap umat Kristus. Diteruskan pada pasal 16, yang memaparkan pencurahan cawan-cawan murka Allah, bahkan menunjukkan betapa dahsyat hukuman Allah itu. Dengan ini, kita melihat bahwa Wahyu 15 merupakan semacam pengantar yang menegaskan bahwa murka Allah akan mengakhiri segala macam kejahatan. Umat Allah akan menang saat melalui berbagai konflik dahsyat itu, semua milik Allah mengakui bahwa Ia mulia, kudus, benar dalam penghakiman-Nya (ay. 4). Jadi Rasul Yohanes menunjukkan kepada setiap anak Tuhan bahwa Allah sendiri yang akan memberikan kemenangan terhadap hidup anak-anak Tuhan atas segala kejahatan yang akan menghancurkannya, termasuk melalui murka-Nya yang dicurahkan dengan sangat dahsyat bagi si jahat.

Hari ini, di tengah pergumulan hidup yang berat dan datang silih berganti, seolah-olah tidak pernah berhenti, apa kita memiliki pengharapan yang sejati di dalam Kristus untuk mengatasi segala pergumulan dan persoalan kehidupan ini? Nantikanlah nyanyian kemenangan yang akan dinyanyikan oleh setiap anak Tuhan, ketika Kristus telah menjemput kita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s