Penghakiman Atas Babel

Bacaan hari ini: Wahyu 17:1-18
“Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus.” (Wahyu 17:6)

Kitab Wahyu ditulis oleh Rasul Yohanes dan ditujukan kepada jemaat mula-mula yang hidup pada masa pemerintahan Romawi, di mana mereka sedang menghadapi kesusahan besar karena imannya. Tujuannya adalah memberikan kekuatan dan membangkitkan kesabaran mereka dalam menghadapi segala perkara yang menimpa mereka.

Salah satu bagian yang kita baca ini (ps. 17) merupakan pasal yang menceritakan keadaan tersebut melalui berbagai simbol atau penggambaran-penggambaran. Pasal ini dimulai dengan pemberitahuan akan datangnya murka Tuhan atas “pelacur besar” atau “Babel” (ay. 1). Siapakah “pelacur besar” tersebut, yang juga disebut “Babel”?

Pelacur besar tersebut ialah pemerintahan Romawi, dengan berbagai macam ilahnya, dan yang telah menguasai, atau mempengaruhi banyak bangsa dengan pola hidup yang cemar, berhawa nafsu, atau imoral. Diperkirakan, simbolisasi ini menunjuk pada pemerintahan Vespasianus (+ 71 M), yang dibuktikan dari penemuan uang koin dengan gambarnya yang duduk di atas 7 bukit di Roma (ay. 9). Dengan kata lain, orang-orang Kristen perdana ini telah mengalami kesulitan besar karena iman mereka (ay. 6). Namun, melalui simbolisasi yang Tuhan singkapkan pada rasul Yohanes, Tuhan ingin memberitahukan kepada jemaatnya, baik pada masa itu, maupun pada masa kini, bahwa sekuat apapun mereka, Tuhan sanggup menghancurkan mereka. Maka dalam pasal ini, Tuhan menyatakan kepada rasul-Nya, bahwa para penguasa Romawi, termasuk yang paling akhir, tidak akan terus berjaya, bahkan kerajaan maupuan ilah-ilah mereka akan lenyap, sebab Tuhan Yesus lah Raja di atas segala raja, yang akan menghakimi mereka (ay. 14).

Sekalipun pasal ini ditujukan kepada jemaat mula-mula, namun pasal ini juga mengajarkan kepada kita, bahwa tidak ada satupun kekuatan yang dapat menghancurkan umat-Nya kudus-Nya, umat pilihan-Nya. Sekalipun para penganiaya itu dapat tertawa karena perbuatan mereka (seperti ISIS); kelak mereka akan meratap karena penghakiman Tuhan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s