Babel “Dilenyapkan”

Bacaan hari ini: Wahyu 18:1-24
“… Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah dan ia tidak akan ditemukan lagi.” (Wahyu 18:21)

Di tengah kesusahan yang dialami oleh jemaat Tuhan, pasal 18 ini menyatakan peringatan dan keadilan Tuhan. “Babel yang besar” itu, yaitu kemegahan, kepercayaan, kekuatan ekonomi maupun politik dari pemerintahan Romawi, akan dilenyapkan Tuhan; bahkan tidak ada seorangpun yang dapat membangkitkannya, termasuk para sekutunya. Itulah sebabnya Tuhan memperingatkan umat-Nya, agar mereka tetap setia pada iman mereka dan tidak mengambil bagian dalam perbuatan mereka. Sebaliknya, mereka harus menjauhi kebiasaan hidup mereka, agar tidak ditimpa hukuman Tuhan (ay. 4).

Pasal ini mengajarkan, pembalasan Tuhan bukanlah sebuah “isapan jempol,” sekalipun untuk sementara waktu Tuhan tidak menegakkan keadilan-Nya secara langsung dengan cara menghukum mereka yang berbuat jahat. Jika Ia diam dalam keadilan-Nya, itu bukan berarti Ia tidak akan menegakkan keadilan-Nya. Ada kalanya Tuhan menantikan pertobatan mereka. Namun, ketika kesempatan itu justru diisi dengan kejahatan dan perbuatan dosa, maka dosa merekapun bertambah banyak dan keadilan Tuhan ditegakkan pada waktu-Nya. Dikatakan bahwa, “dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit,” sebuah gambaran yang jelas, bahwa kehidupan pemerintahan Romawi dan masyarakatnya pada masa itu sangat besar di hadapan Tuhan; tidak dapat ditunda lagi, dan penghakiman atas mereka telah dilakukan oleh Tuhan. Hukuman itu dipaparkan dengan gaya bahasan ratapan yang menegaskan, bahwa apa yang dahulu menjadi kesombongan pemerintah Romawi akan lenyap, dan tidak dapat dibangkitkan kebali. Apa yang kita pelajari dari pasal ini?

Janganlah kita termasuk atau mengikuti perilaku orang fasik atau orang berdosa! Sekalipun pada saat kita melakukan kefasikan, tidak ada seorangpun yang tahu, dan ternyata Tuhan tidak langsung menghukum kita dengan kerugian yang besar. Jangan pernah anggap ringan keadilan-Nya. Pada saat-Nya kita akan dihukum-Nya sesuai waktu-Nya. Karena itu, segeralah bertobat dan hidup benar di hadapan-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s