Iblis, Orang Jahat dan Neraka

Bacaan hari ini: Wahyu 20:1-15
“dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang,… dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.” (Wahyu 20:10)

Berbicara tentang Iblis, orang jahat (yang tidak mau percaya kepada Kristus dan tetap dalam kejahatannya), serta neraka, kita temukan beberapa hal yang membutuhkan perhatian dan koreksi.

Pertama, beberapa orang berpikir bahwa hidup manusia akan berakhir pada kematian. Setelah kematian, selesailah semua hidup manusia. Akibatnya manusia menjadi seenaknya dengan kehidupannya yang jahat. Namun ketika kita melihat bagian firman Tuhan ini, kita menyadari bahwa itu tidak benar. Ada kehidupan setelah kematian dan orang jahat, termasuk para nabi palsu/penyesat akan mendapat ganjarannya. Karena itu, zaman ini disebut sebagai masa anugerah, dimana Injil masih diberitakan dan kesempatan untuk bertobat dan menerima Kristus masih disediakan bagi siapa saja yang meresponi anugerah Tuhan.

Kedua adalah tentang Iblis dan neraka. Kadang kita mendengar tentang kesaksian orang-orang yang mengaku diberikan penglihatan melalui mimpi tentang neraka. Dikatakan bahwa mereka melihat si A yang jahat disiksa oleh Iblis, demikian si B, dan sebagainya. Dengan demikian terbentuk pemikiran bahwa neraka adalah daerah kekuasaan Iblis untuk menyiksa orang-orang jahat yang tidak mau percaya selamanya. Namun jika kita membandingkannya dengan firman Tuhan ini, tidaklah demikian. Firman Tuhan mengatakan bahwa pada akhirnya Iblis akan dilemparkan ke lautan api dan belerang. Jadi Iblispun akan dihukum. Lalu kalau begitu, apa itu neraka? Alkitab memang menggambarkan neraka sebagai tempat yang penuh penderitaan dan siksaan, nyala api dan belerang, tetapi pada intinya, neraka artinya “tidak ada Tuhan di sana.” Iblis dan orang yang dilempar ke sana adalah mereka yang tidak lagi ada di hadapan Tuhan, yaitu satu kondisi yang menakutkan, karena kita tidak lagi ada dekat Tuhan, Pencipta dan Sumber kehidupan kita. Bukankah ini menakutkan? Hanya saja manusia belum merasakannya sekarang, karena sekali lagi, ini adalah masa anugerah dimana Tuhan masih bersabar dan terus mencurahkan anugerah-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s