Mezbah Bagi Allah

Bacaan hari ini: Kejadian 13:1-13
“Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota lembah Yordan …” (Kejadian 13:12)

Peristiwa pertengkaran antara gembala Abram dan Lot menunjukkan bahwa pada waktu itu mereka mengalami kesulitan tempat untuk memberi makan ternak-ternak mereka yang banyak dan yang harus mereka gembalakan. Dari peristiwa itu, Abram dan Lot sepakat untuk berpisah satu dengan lainnya. Namun yang menjadi perhatian adalah sikap Abram ketika menghadapi persoalan di antara dirinya dengan Lot.

Pada umumnya, persoalan yang terjadi dalam kehidupan ini, bukan karena persoalan tersebut, tetapi karena respon kita dalam menghadapi persoalan yang terjadi dalam hidup kita. Karena itu, perlu kita belajar akan sikap Abram ketika menghadapi persoalan dengan Lot.

(1) Abram tidak menjadikan masalah antara dirinya dengan Lot makin meruncing dan tajam. Sikap Abram yang mengalah dan mengutamakan kepentingan orang lain merupakan sikap yang patut kita contoh saat kita menghadapi konflik dalam kehidupan kita. Meskipun Abram memiliki posisi sebagai Paman, ia tentu bisa memilih terlebih dahulu, dibandingkan Lot sebagai keponakan, namun Abram tidak memakai kesempatan itu untuk kepentingan dirinya sendiri. Abram memberikan kesempatan bagi Lot untuk memilih ke mana dirinya akan pergi dan memilih tempat yang terbaik menurut penilainnya. Memang Lot memilih tempat yang terbaik pada waktu itu, meskipun dekat dengan kota Sodom dan Gomora.

(2) Abram selalu mendirikan Mezbah bagi Allah, di manapun dirinya tinggal dan berdiam. Mezbah bagi Allah merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupannya. Mezbah menjadi lambang yang mengingatkan kembali akan pengalaman pertemuan dengan Allah. Mezbah merupakan gambaran tentang adanya persekutuan yang akrab antara Allah dengan umat-Nya. Itu berarti bahwa Abram menempatkan Allah pada tempat yang semestinya. Cara hidup seperti ini membawa Abram dapat melihat segala persoalan di dalam perspektif (cara pandang) Allah, jadi bukan melihat karena hawa nafsu, ketamakan dan keinginan manusia semata. Bagaimana dengan kita?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s