Mission Possible

Bacaan hari ini: Kejadian 18:1-15
“Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk Tuhan pada waktu yang telah ditetapkan itu, … pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.” (Kejadian 18:14)

Tuhan tidak sedang bermain dadu. Ia tahu apa yang terjadi di dalam kehidupan kita, baik di masa lalu, masa kini, dan masa mendatang. Alkitab memberitahukan bahwa rancangan-Nya indah bagi setiap kita yang mengasihi-Nya. Masalahnya adalah, ketika kita menjalani kehidupan ini seringkali yang kita jalankan adalah rencana kita sendiri, dan bukan rencana Tuhan.

Di dalam perikop yang kita baca ini, dikatakan bahwa Tuhan bersama dengan dua orang malaikat-Nya mendatangi Abraham (ay. 1, 13). Abraham dekat dengan Tuhan sehingga ia mengenal-Nya. Segera ia menyembah mereka dan menyediakan jamuan untuk mereka. Mereka datang menemui Abraham untuk meyakinkan Abraham akan janji dan rencana Tuhan mengenai keturunannya yang akan memenuhi bumi. Namun ketika mereka mengutarakan janji dan rencana-Nya itu, Sara tertawa. Alkitab memberikan petunjuk bahwa Abraham sudah tua dan lanjut umurnya, dan Sara telah mati haid (ay. 11). Segera saja Sara menganggap, melahirkan anak adalah sebuah kemustahilan. Ia tidak percaya ia akan mengandung, itu adalah sebuah kemustahilan dan ketidakmungkinan.

Namun yang mustahil bagi manusia, mungkin bagi Tuhan. Rencana Tuhan melalui keturunan Abraham akan digenapi. Kendati Sara tertawa akan rencana-Nya, Ishak, anak Abraham, akan dilahirkan tahun depan. Ketidakmungkinan bagi manusia menjadi mungkin bagi Tuhan dan itulah yang Tuhan kerjakan. Di dalam rencana-Nya, Sara mengandung dan melahirkan seorang anak pada usia mati haid!

Belajar dari karya Tuhan melalui Abraham, seharusnya membuat kita lebih yakin akan rencana Tuhan di dalam kehidupan kita. Kadang yang menurut kita mustahil, itulah yang dikerjakan Allah pada kita. Menjadi tugas kita lah untuk percaya dan berserah kepada Tuhan, menyerahkan setiap segi kehidupan kita kepada-Nya dan meminta rencana-Nya tergenapi atas kehidupan kita. Bukan rencana kita, tetapi rencana-Nya yang terlaksana, dengan demikian kita akan merasakan yang impossible menjadi possible.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s