Hak Kesulungan

Bacaan hari ini: Kejadian 25:29-34
“Sahut Esau: Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?” (Kejadian 25:32)

Hak kesulungan adalah hak yang dimiliki oleh seorang anak sulung. Sebagai anak sulung, Esau mempunyai hak untuk memimpin. Ia berhak menjadi pemimpin dalam ibadah dan juga dalam keluarga. Selain itu, ia juga berhak untuk mendapatkan bagian ganda dalam harta warisan orangtuanya.

Sesungguhnya, betapa mulia dan agungnya menjadi anak sulung itu. Namun sayang, Esau tidak mempunyai kebanggaan dan menghargai hak yang ia miliki. Alkitab menceritakan bahwa ia menjual hak kesulungannya itu. Hal ini menunjukkan bahwa Esau tidak menghormati Allah yang telah menganugerahkan hak kesulungan kepadanya. Ia memandang rendah berkat-berkat Allah dan janji-janji yang telah Allah nyatakan kepada nenek moyangnya, Abraham. Betapa bodoh Esau, ketika memilih kesenangan-kesenangan sesaat sebagai pengganti berkat-berkat jangka panjang yang telah Allah siapkan baginya (Kej. 25:34). Esau hanya memikirkan keinginannya sendiri saja. Ia menjual hak kesulungannya kepada adiknya hanya untuk makanan. Ia telah mengabaikan hal yang rohani, hanya demi makanan yang memuaskan jasmaninya. Bahkan setelah kenyangpun, ia tidak menyesal bahwa ia sudah menjual hak kesulungannya itu (ay. 34). Karena itu, tidak heran Kitab Suci mengecam Esau sebagai seorang yang bernafsu rendah (Ibr 12:16).

Demikian juga kita, sebagai orang Kristen, sesungguhnya kita juga mempunyai “hak” sebagai anak Allah dan ahli waris Kerajaan-Nya (Yak. 2:5, Rm. 8:17, Yoh. 1:12). Ini merupakan suatu kehormatan, sekaligus kepercayaan yang telah Allah berikan kepada setiap orang percaya yang telah menerima Kristus sebagai Juruselamat. Namun, hidup sebagai orang Kristen tidaklah selalu mudah dan lancar. Bahkan, tidak sedikit orang Kristen yang karena imannya, mengalami diskriminasi, penganiayaan dan tekanan hidup lainnya. Janganlah menjadi seperti Esau yang telah menjual hak kesulungannya. Janganlah ada anak Allah yang menjual hak sebagai pewaris Kerajaan Allah dengan hal-hal yang bersifat sementara.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s