Kesetiaan Tuhan

Bacaan hari ini: Kejadian 31:1-20
“Engkau ini harus berbalik kepada Allahmu, peliharalah kasih setia dan hukum, dan nantikanlah Allahmu senantiasa.” (Hosea 12:7)

Dari namanya, Yakub berarti “penipu,” segala perilakunya juga menunjukkan namanya (Kej. 27:36). Di dalam pelariannya, TUHAN menyatakan diri kepada-Nya melalui sebuah mimpi, di Betel; dan di situlah Yakub mengucapkan janjinya kepada TUHAN, bahwa TUHAN akan menjadi Allahnya (Kej. 28:20-21). Selama bekerja di rumah Laban, Yakub ditipu Laban. Setelah empat belas tahun dia bekerja sungguh-sungguh dan mendapatkan 2 istri, juga anak-anak serta harta benda yang banyak, berupa ternak kambing-domba, meski cara dia mendapatkan ternak-ternak itu tidak jujur (bdk. Kej. 30:25-43).

Yakub dengan jujur menjelaskan kepada kedua istrinya mengenai apa yang terjadi antara dirinya dan Laban. Terjadi kecemburuan yang tidak enak di antara Yakub dan Laban, mengenai kekayaan yang dimiliki Yakub, khususnya berkaitan dengan ternak kambing domba yang dimilikinya. Hal ini disadari dan dimengerti oleh kedua istrinya. Mereka bersedia mengikuti Yakub menunju tanah perjanjian, yaitu: Kanaan. Di dalam cerita ini kita bisa melihat, di tengah-tengah situasi seperti demikian, TUHAN memerintahkan Yakub untuk kembali ke tanah nenek moyangnya, disertai dengan janji untuk menyertainya (Kej. 31:3, 11-14). Ini merupakan sifat TUHAN yang tidak berubah, meskipun manusia seringkali berubah setia kepada TUHAN. Perjanjian di Betel yang diucapkan Yakub diulang kembali oleh TUHAN di dalam Kejadian 31:13, yaitu untuk menunjukkan bahwa TUHAN setia dan mengingat akan perjanjian yang dinazarkan oleh Yakub.

Apakah yang dapat kita pelajari dari bagian ini? Kisah Yakub ini menunjukkan akan kesetiaan TUHAN, meski kita akan sulit memahami, bagaimana TUHAN dapat menyertai seorang seperti Yakub. Sebenarnya, bukan Yakub yang menjadi fokus dari cerita ini, melainkan melalui Yakub TUHAN ingin menyatakan bahwa Dia adalah TUHAN yang setia dengan perjanjian-Nya; Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya, melainkan senantiasa menyertai mereka.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s