Ketidakpuasan Mengakibatkan Dosa

Bacaan hari ini: Kejadian 37:1-22
“… dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya …” (Kejadian 37:2b)

Adalah suatu hal yang wajar jika, di antara satu keluarga terdapat ikatan kasih yang kuat satu dengan yang lainnya. Tentu keluarga seperti ini akan menjadi menjadi contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat sekitarnya. Namun sebaliknya, bagaimana jika tidak demikian, anak-anak di dalam satu keluarga tersebut, ada rasa iri hati, saling dengki dan memusuhi satu dengan lainnya dan akhirnya terjadi pertikaian di mana salah satunya menjadi korban. Tentu ini akan menjadi hal yang tidak baik. Apalagi motif yang mendorong terjadinya sebuah tindakan dosa dan kejahatan itu adalah karena ketidakpuasan.

Hal ini nampak terjadi di antara anak-anak Yakub. Anak-anak Yakub yang lain, sangat tidak menyukai Yusuf. Mereka sangat membencinya. Setidaknya ada 3 hal yang menyebabkan saudara-saudara Yusuf sangat tidak menyukainya. (1) karena Yusuf tidak kompromi dengan kejahatan saudara-saudaranya (Kej. 37:2b). (2) Yusuf lebih dikasihi oleh ayahnya, Yakub (Kej. 37:4). (3) karena mimpi Yusuf (Kej. 37:8b). Ketiga hal inilah yang membuat saudara-saudara Yusuf merencanakan kejahatan untuk menghancurkan Yusuf. Mereka kemudian membuang Yusuf ke dalam sumur kosong, dan selanjutnya saudara-saudaranya itu menjual Yusuf kepada kafilah-kafilah orang Ismail. Selanjutnya, kafilah-kafilah tersebut menjual Yusuf sebagai budak di Mesir.

Dari kisah kini, kita dapat belajar 1 hal penting tentang ketidakpuasan. Ternyata, ketidakpuasan seseorang dapat menjerumuskan orang tersebut ke dalam dosa. Hal ini tentunya tidak sesuai dengan prinsip kehidupan Kristen, yaitu: mensyukuri segala apa yang ada dan apa yang terjadi di dalam hidup kita (bnd. 1 Tes. 5:18). Dengan bersyukur, kita menyatakan kepuasan hidup kita. Tentu bukan dengan kekuatan dan kemampuan kita, tetapi selalu mengharapkan akan pertolongan dari TUHAN, sebagaimana Mazmur 42:6 menulis: Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s