Menjadi Alat di Tangan Tuhan

Bacaan hari ini: Kejadian 47:1-31
“Lalu mereka membawa ternaknya kepada Yusuf dan Yusuf memberi makanan kepada mereka ganti kuda…” (Kejadian 47:17)

Mendengar istilah korupsi, tidaklah asing di telinga kita. Akhir-akhir ini, masyarakat indonesia akrab dengan yang namanya kasus suap, pencucian uang maupun penggelapan uang. Kasus korupsi terjadi karena ada kesempatan dan keinginan orang yang melakukannya. Berbicara mengenai kesempatan, Kejadian 47 ini menceritakan mengenai kesempatan yang dimiliki Yusuf ketika ia mengatur pemerintahan di Mesir. Pada masa kelaparan, dia memiliki bahan makanan yang menjadikannya sebagai orang yang terkuat. Yusuf melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik dan tidak menyalah-gunakan kekuasaan yang dimilikinya.

Yusuf memiliki kesempatan untuk berbuat curang. Dia bisa juga memberikan makanan bagi hanya bagi orang-orang yang berpengaruh dalam hidupnya, atau mengambil keuntungan untuk keluarganya. Namun, Yusuf memilih untuk tidak melakukannya, dia memiliki sesuatu yang disebut integritas.

Integritas adalah sebuah sifat yang menunjukkan konsistensi untuk melakukan kebenaran, sekalipun di tengah godaan kenyamanan ataupun kesulitan. Semakin seseorang mencapai kesuksesan, semakin susah bagi dia untuk memiliki integritas. Di tengah himpitan kesulitan pun, seseorang seringkali tergoda untuk berbuat curang dan mengambil sesuatu yang bukan haknya. Ketika seseorang tidak bisa mengendalikan dirinya, maka dia akan memanfaatkan apa yang ada untuk memuaskan keinginannya.

Sebagai orang Kristen, kita percaya bahwa Tuhan menghendaki agar setiap orang percaya dapat menjadi alat di tangan Tuhan sehingga orang lain dapat mengenal Tuhan, melalui kehidupan orang percaya. Namun tantangannya adalah ketika kita berhadapan dengan orang yang tidak kita sukai, apakah prinsip ini tetapi ada dalam pikiran kita? Kadangkala Tuhan menempatkan kita dalam situasi sulit justru karena Tuhan menghendaki kita berkarya dengan benar di sana, sehingga kita sungguh-sungguh menjadi alat di tangan Tuhan, dan memuliakan Tuhan melalui kehidupan kita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s