Sifat yang Diubahkan

Bacaan hari ini: Keluaran 9-11
“Tetapi Tuhan mengeraskan hati Firaun, sehingga ia tidak mendengarkan mereka …” (Keluaran 9:12)

Dalam kehidupan sehari-hari, apa yang membedakan antara individu satu dengan individu lainnya? Atau, apakah yang membuat kita bisa cocok dengan si A dan C, tapi tidak bisa cocok dengan si B? Salah satu faktornya adalah karena sifat atau temperamen individu tersebut. Setiap manusia dilahirkan dengan sifat yang berbeda, yang sebagian besar bersifat genetik atau keturunan. Apakah sifat ini bisa berubah atau hilang? Banyak orang yang berpendapat bahwa sifat ini sifat menetap di dalam diri seseorang dan tidaklah bisa diubah, hingga ada perkataan “lebih mudah memindahkan gunung ketimbang mengubah sifat seseorang.” Namun bagi kita yang punya Tuhan yang Maha Kuasa, kita dapat yakin dan percaya bahwa sifat manusia bisa diubah, bahkan yang paling keras sekalipun.

Salah satu buktinya adalah Raja Firaun. Ia adalah seorang raja Mesir yang diktator dan juga otoriter, serta keras kepala. Ketika nabi Musa memberikan tulah-tulah atas Mesir (karena instruksi dari Allah), raja Firaun tidak bergeming, meskipun rakyat dan negaranya menjadi korbannya. Dari tulah pertama hingga ke-lima, raja Firaun tetap mengeraskan hatinya untuk tidak mengizinkan bangsa Israel keluar dari Mesir (Kel. 9:12). Pada tulah yang ke-enam, hati raja Firaun mulai goyah, dia sepertinya melunak dan hendak mengizinkan bangsa Israel pergi, namun TUHAN mengeraskan hati raja Firaun (Kel. 9:35). TUHAN memang sengaja melakukan hal tersebut agar kuasa Allah nyata di mata bangsa Israel dan bangsa Mesir.

Apabila kita telusuri dengan teliti kitab Keluaran pasal 9 hingga 11 ini, bisa ditemukan beberapa kali penyataan, “tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun” (Kel. 9:12, 35; 10:20, 27; 11:10). Ini seakan-akan memberitahukan pada kita bahwa Firaun sebagai manusia hendak berubah pikiran, namun Tuhan yang memegang kendali atas Firaun. Meskipun Firaun tidak percaya kepada TUHAN Allah yang hidup, tetapi Tuhan mampu mengendalikan Firaun. Ini menunjukkan bahwa Tuhan kita mampu mengubah sifat manusia, siapapun manusia itu, baik anak Tuhan maupun bukan anak Tuhan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s