Bersungut-Sungut

Bacaan hari ini: Keluaran 16:1-36
“Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun.” (Keluaran 16:2)

Seringkali kita menjadi seperti orang Israel, cepat lupa akan kasih Tuhan. Bagian firman Tuhan yang baru kita baca menggambarkan hal yang sangat ironis. Mereka baru saja keluar dari perbudakan Mesir. Mereka melihat Tuhan mengadakan 10 tulah untuk menghukum orang Mesir. Mereka melihat bagaimana Tuhan membelah laut merah, dan bagaimana Tuhan menenggelamkan orang-orang Mesir yang melewati laut Merah. Namun demikian, baru saja mereka memuji Tuhan, bergembira dan bersukacita atas perbuatan Tuhan, sekarang mereka sudah lupa akan Tuhan yang Mahakuasa. Di padang gurun Sin, mereka mulai merasakan lapar, dan mereka melihat kiri-kanan tidak ada makanan. Dalam situasi itu, mereka mengeluh, mengomel dan menyesali mengapa mereka harus keluar dari perbudakan Mesir. Bagi mereka, lebih baik mati di Mesir sebagai budak, tetapi duduk di depan kuali berisi makanan, daripada mati sebagai orang bebas tapi kelaparan. Tuhan mendengar sungut-sungut orang Israel, lalu memberikan mereka manna yang turun dari langit, serta burung puyuh untuk bahan makanan mereka selama di padang gurun Sin. Namun hal yang sangat menyedihkan, setelah mereka keluar dari padang gurun Sin, mereka kembali mengeluh. Saat tiba di Rafidim, mereka tidak menemukan air. Lalu mereka bertengkar dengan Musa, mereka menganggap bahwa Musa membawa mereka untuk mati di padang Gurun.

Dari Keluaran 16 dan 17, kita melihat orang Israel adalah orang yang sangat cepat lupa akan kuasa Tuhan. Sebagai orang yang benar-benar mengalami keajaiban kuasa Tuhan, seharusnya mereka berdoa, bukan mengeluh. Allah sudah berjanji akan menyertai mereka. Laut Merah saja dibelah Tuhan agar bangsa Israel dapat berjalan di tanah kering; masakan saat Israel kehausan, Allah tidak menurunkan air bagi mereka? Bagaimana dengan kita? Dalam kehidupan inipun, kita banyak mengalami situasi yang naik-turun, terkadang kita kenyang, tapi ada kalanya kita kelaparan. Mari kita tidak meniru sikap mereka yang cepat lupa akan kasih Tuhan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s