Tentang Relasi dengan Sesama

Bacaan hari ini: Keluaran 23:1-13
“Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong…” (Keluaran 23:1)

Pembebasan bangsa Israel dari Mesir membawa mereka ke dalam satu panggilan hidup yang baru; menjadi kerajaan imam (Kel.19:6). Artinya, memimpin bangsa-bangsa datang beribadah pada TUHAN, Allah Israel. Sasaran itu dicapai lewat cara hidup mereka sesehari, yang menyaksikan karya besar TUHAN di tengah mereka, sehingga kesaksian hidup mereka menjadi daya tarik bagi bangsa-bangsa lain. Untuk panggilan hidup sebesar dan semulia itu, sudah tentu mereka harus menata kembali, bukan saja hubungan mereka dengan Allah secara vertikal, tetapi juga masalah relasi dengan sesama dalam kehidupan sesehari.

Berbohong, memutar-balikkan fakta, bersaksi dusta karena membela teman, mencuri kesempatan dalam kesempitan, tidak peduli dengan masalah apalagi penderitaan orang lain, menekan pihak yang lemah, memfitnah, mencelakakan orang benar karena tidak suka atau alasan lain, menjual harkat diri demi menerima pemberian orang lain, semua itu adalah hal-hal yang biasa yang terjadi dalam interaksi sesama manusia. Di setiap bangsa, kelompok suku di dalam setiap masyarakat, kita bisa menemukan segala macam sikap atau perilaku manusia yang salah, dan karena hal itu dilakukan oleh begitu banyak orang, maka itu dianggap sebagai kelemahan manusia yang umum terjadi. “Ahh…maklum saja, namanya juga manusia.” Orang menganggap bahwa itu adalah “penyakit” manusia secara umum, dan memakluminya.

Tapi Allah tidak mengizinkan umat-Nya berkompromi dengan situasi dan kondisi lingkungan. Pencemaran dosa memang sudah terjadi dan mewarnai relasi antar sesama, tapi itu tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak hidup secara benar. Lingkungan dan pola tingkah dalam masyarakat yang buruk justru harus dilihat sebagai kesempatan untuk melakukan yang baik dan menjadi contoh nyata bagi orang yang lainnya. Prinsip inilah yang seharusnya kita tangkap hari ini; bahwa sebagai Gereja kita dibekali dengan berbagai pengajaran, supaya kita dapat menjadi contoh bagi dunia; bagaimana seharusnya berelasi dengan sesama secara benar.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s