Pengudusan Harun dan Anak-Anaknya

Bacaan hari ini: Keluaran 29:1-37
“Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka mengambil jabatan iman bagi-Ku…” (Keluaran 29:1)

Ada kalanya dalam melayani Tuhan, kita tidak mempersiapkan diri dengan baik; bukan saja dalam hal mengasah kemampuan, tetapi juga kesiapan rohani. Ironisnya adalah, ada saja orang yang hendak melayani Tuhan, tetapi pada saat yang sama mereka hidup dalam dosa. Pelayanan gerejawi dilakukan sekadar aktivitas, tanpa kegentaran akan kekudusan Tuhan.

Berbeda dengan fenomena masa kini, aktivitas ibadah maupun para pelayan ibadah itu sendiri harus disiapkan sedemikian rupa menurut kehendak Tuhan. Dalam bacaan Alkitab hari ini kita menemukan, bahwa sekalipun Harun dan anak-anaknya telah dipilih Tuhan untuk melayani-Nya, bukan berarti mereka dapat melayani Tuhan, seenaknya. Harun dan anak-anaknya harus dikuduskan dan dipersiapkan sedemikian rupa. Itulah sebabnya Tuhan berfirman kepada Musa untuk melakukan ini: “Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam kepada-Ku…” (Kel. 29:1). Kemudian Tuhan memberikan petunjuk bagaimana pengudusan itu dijalankan oleh Musa (Kel. 29:4-37).

Memperhatikan bagaimana sikap Tuhan terhadap Harun dan anak-anaknya yang menjadi pelayan di Kemah Suci-Nya, seharusnya membuat kita gentar dalam melayani-Nya. Bagaimana tidak! Siapakah kita, apabila kita dibandingkan dengan Harun dan anak-anaknya; apakah kita jauh lebih baik dari mereka? Jika hari ini Tuhan tidak beranugerah pada kita, mungkin saja kita telah dibinasakan-Nya ketika melayani-Nya. Namun janganlah kita takabur. Sekalipun Tuhan beranugerah kepada kita di dalam Kristus, sehingga segala kecemaran kita ditutupi oleh-Nya, hal ini tidak sepatutnya membuat kita, pelayan-Nya, melayani dengan tidak bertanggung jawab.

Marilah kita mulai mempersiapkan segala pelayanan yang akan kita kerjakan dengan baik, terlebih persiapkan kerohanian kita. Apalagi sebagai pelayan Tuhan, marilah kita menjahui dosa dan hidup dalam kekudusan, sehingga segala pelayanan yang kita kerjakan diperkenan oleh-Nya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s