Melayani Tuhan

Bacaan hari ini: Keluaran 36:1-7
“Lalu Musa memanggil Bezaleel dan Aholiab dan setiap orang yang ahli, yang dalam hatinya telah ditanam TUHAN keahlian, setiap orang yang tergerak hatinya untuk datang melakukan pekerjaan itu.” (Keluaran 36:2)

Bagian firman Tuhan ini mengisahkan persiapan bangsa Israel untuk membuat Kemah Suci dan perkakas-perkakas lain yang berkaitan dengan itu. Dari hal ini kita bisa belajar beberapa hal terutama yang berkaitan dengan pelayanan dan persembahan untuk Tuhan. Pelajaran berkaitan dengan pelayanan adalah Tuhan memperlengkapi setiap umat-Nya untuk melakukan pelayanan bagi Tuhan. Ketika Tuhan memerintahkan Musa untuk membuat Kemah Suci dan perkakas-perkakasnya, Tuhan juga memperlengkapi beberapa orang dengan keahlian itu. Hasilnya, mereka membuatnya sesuai dengan kehendak Tuhan (Kel. 39:43). Demikian juga dalam kehidupan pelayanan sebagai Gereja Tuhan. Kita tidak dibiarkan begitu saja dalam melayani Dia, tapi Tuhan memberikan karunia Roh untuk setiap jemaat agar saling melayani bagi pembangunan tubuh Kristus (bdk. Ef. 4:11-16). Tapi harus diingat, jangan kita membanding-bandingkan dan menyombongkan keahlian kita, karena semuanya anugerah Tuhan.

Pelajaran berkaitan dengan persembahan adalah bagaimana setiap orang Israel terlibat dalam pemberian persembahan bagi pembangunan kemah suci dan perkakasnya. Ketika persembahan yang dikumpulkan itu telah begitu banyak jumlahnya, bahkan lebih, maka Musa memerintahkan mereka untuk menghentikan pengumpulan persembahan. Ini bukan berarti mereka dilarang untuk memberi persembahan, tapi supaya persembahan itu tidak terbengkalai dan tidak digunakan sebagaimana mestinya, untuk pelayanan bagi Tuhan. Demikian juga bagi Gereja Tuhan agar berhati-hati dengan persembahan yang diterimanya. Agar jangan persembahan dari jemaat tersebut menjadi terbengkalai dan tidak digunakan sebagaimana mestinya untuk pelayanan bagi Tuhan. Tetapi hendaknya, persembahan itu bisa digunakan dengan maksimal sesuai kehendak Tuhan untuk pekerjaan Tuhan dan memuliakan-Nya.

Pelajaran terakhir adalah, pelayanan dan persembahan yang mereka lakukan bukanlah karena terpaksa tapi karena kerelaan mereka meresponi Tuhan. Bagaimana dengan Anda?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s