Mengenal Kitab Imamat

Bacaan hari ini: Imamat 1:1-2
“TUHAN memanggil Musa dan berfirman kepadanya dari dalam Kemah Pertemuan.” (Imamat 1:1)

Pada umumnya, pengenalan seseorang terhadap sesuatu membuat orang tersebut semakin rindu untuk membaca dan menyelidiki tiap kitab yang ada dalam Alkitab. Saat ini kita akan melihat secara singkat tentang kitab Imamat.

Kitab Imamat merupakan lanjutan dari peristiwa-peristiwa dalam Kitab Keluaran yang berakhir dengan penyelesaian pembangunan Kemah Suci. Hanya satu bulan setelah peristiwa-peristiwa dalam Keluaran dan peristiwa dalam Kitab Bilangan (Kel. 40:17; Bil. 1:1). Korban-korban dalam Kitab Imamat merupakan penjelasan yang paling lengkap dalam seluruh Alkitab mengenai karya penebusan dosa manusia. Istilah-istilah bahasa Ibrani untuk kata “kudus, kekudusan, dan menguduskan” ini muncul kira-kira 150 kali dalam kitab ini. Selain itu, walaupun keimaman Lewi dan sistim pengorbanan telah berhenti, namun prinsip-prinsip yang sama ini masih cocok untuk diterapkan bagi orang-orang Kristen masa kini. Karena, tanpa kekudusan, tidak seorangpun melihat Tuhan (Ibr. 12:14). Jadi berita utama yang hendak disampaikan melalui kitab ini adalah, Allah memberikan semua ini sebagai suatu kesempatan untuk bersekutu bersama dengan Allah dan merayakan kebaikan Tuhan dalam kehidupan Umat-Nya, serta mendengarkan ajaran Firman-Nya yang kudus. Lebih dari lima puluh kali disebutkan bahwa isi kitab ini adalah firman dan penyataan Allah langsung kepada Musa bagi Israel, yang kemudian disimpan Musa dalam bentuk tertulis. Imamat ditulis untuk mengajarkan kepada bangsa Israel dan para imam perantara mereka mengenai cara menghampiri Allah melalui darah pendamaian; serta untuk menjelaskan standard kehidupan kudus yang ditetapkan Allah bagi umat pilihan-Nya, sehingga Umat Allah dapat menikmati kehidupan yang diperkenan oleh Allah.

Hari ini, setiap saat ketika kita membuka Alkitab dan berdoa, saat-saat itu merupakan kesempatan yang indah bagi kita untuk mendengarkan Allah berbicara dengan kita melalui firman-Nya, serta memahami Pribadi-Nya yang kudus.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s