Kekudusan Para Imam

Bacaan hari ini: Imamat 21:1-24
“Mereka itu harus kudus bagi Allahnya dan janganlah mereka melanggar kekudusan nama Allahnya, karena merekalah yang mempersembahkan segala korban api-apian TUHAN …” (Imamat 21:6)

TUHAN tidak hanya menuntut bangsa Israel menjaga kekudusan, tapi juga para imam yang melayani ibadah dan persembahan korban. Seluruh kehidupan para imam, baik di dalam relasi dengan sesama, lawan jenis, ataupun dalam lingkungan sosial, harus kudus. Pertanyaan-nya, mengapa para Imam harus menjaga kekudusannya di dalam semua aspek? Setidaknya ada 2 hal yang menjelaskan akan hal ini.

Pertama, Karena mereka melayani TUHAN yang kudus dan ini merupakan kehendak TUHAN (ayat 8). Kedua, karena para imam harus mempersembahkan korban sebagai santapan Allah mereka—itu sebabnya para imam harus hidup kudus (ayat 6). Peraturan-peraturan ini diberikan mengingat bangsa Israel yang hidup lama di tanah Mesir sebagai budak, tidak memiliki konsep kekudusan yang benar tentang para imam yang melayani. TUHAN menuntut hal demikian, agar para imam secara khusus dan bangsa Israel secara umum memperhatikan dan melakukan apa yang TUHAN perintahkan kepada mereka.

Bagaimanakah dengan kita hari ini, secara khusus bagi kita yang melayani di rumah TUHAN? Adakah kita menjaga kekudusan hidup kita, sebagaimana yang TUHAN kehendaki? Ada banyak orang yang melayani di rumah TUHAN tidak menjaga kekudusan hidupnya. Cara hidup dan pola tingkah laku mereka tidak berpadanan dengan Firman TUHAN, sehingga pelayanan yang dilakukan itu hanya menjadi suatu ritual keagamaan yang tidak mendatangkan pertumbuhan rohani yang benar. Pertanyaannya, apakah yang menjadi tolak ukur untuk para pelayan rohani dalam menjaga kekudusannya? Tolak ukurnya bukanlah pada kegiatan rohani yang sudah dilakukan, meskipun hal itu perlu mendapat perhatian. Hal yang harusnya mendapatkan perhatian lebih adalah “seberapa jauh para pelayan Tuhan itu berusaha menerapkan firman TUHAN di dalam kehidupannya.” Penerapan firman TUHAN dalam kehidupan para pelayan itu secara tidak langsung akan memberikan dampak pertumbuhan rohani yang dapat dilihat dan dirasakan oleh jemaat, di mana para pelayan itu melayani.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s