Bernazar

Bacaan hari ini: Imamat 25
“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah-merekakannya untuk kebaikan …” (Kejadian 50:20)

Dalam kamus Bahasa Indonesia, “bernazar” berarti berjanji akan berbuat sesuatu jika maksud tercapai. Nazar biasanya diucapkan seseorang pada Tuhan ketika mengalami sukacita/kesengsaraan yang besar. Nazar berisi janji bahwa ia akan mempersembahkan sesuatu (bisa itu orang, hewan, atau harta benda) yang berharga kepada Tuhan, sebagai “balasan” atas berkat yang ia terima dari Tuhan.

Di awal Imamat 27 ini, Tuhan berfirman pada Musa untuk memberikan aturan tentang “nazar.” Dikatakan bahwa jika seorang sudah bernazar, haruslah ia menepatinya dan jikalau ia tidak dapat memenuhi nazarnya, ia tidak diperkenankan untuk mundur, atau mempersembahkan pengganti yang lebih murah. Di sini, imam ditunjuk untuk menentukan nilai yang sesuai dengan kemampuan orang yang bernazar. Peraturan ini dibuat oleh Tuhan, dengan tujuan supaya umat-Nya tidak sembarangan bernazar.

Mengenai nazar, Pengkhotbah juga pernah berkata: “Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu. Lebih baik engkau tidak bernazar daripada bernazar tetapi tidak menepatinya. Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?” (Pkh. 5:3-5). Dengan demikian, Allah ingin agar kita tidak sembarangan berjanji/bernazar demi mendapatkan apa yang kita inginkan, seperti yang dilakukan oleh Yefta (Hak. 11:30-31). Namun bukan berarti bahwa kita tidak boleh bernazar, karena banyak tokoh Alkitab juga bernazar, contohnya Yakub (Kej. 28:20-22), dan Hana (1Sam. 1:11). Pada prinsipnya, ketika seseorang bernazar, ia sedang membangun satu komitmen dengan Tuhan. Tetapi Tuhan ingin agar kita tidak mempermainkan-Nya dengan janji yang palsu, atau sembarangan. Firman Tuhan hari ini mengingatkan, penuhilah nazarmu. Jangan mengucapkan nazar yang tidak bisa kita penuhi.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s