Pusat Kehidupan Orang Percaya

Bacaan hari ini: Bilangan 2:1-34
“Orang Israel harus berkemah masing-masing dekat panji-panjinya, menurut lambang suku-sukunya. Mereka harus berkemah di sekeliling Kemah Pertemuan, agak jauh dari padanya.” (Bilangan 2:2)

Nama kitab “Bilangan” berasal dari penghitungan orang-orang Israel yang pergi berperang. Perintah Allah kepada Musa adalah untuk melakukan penghitungan (sensus) disampaikan sepuluh setengah bulan setelah mereka tiba di Gunung Sinai. Hal ini adalah sekitar 13 bulan setelah keluar dari Mesir. Tujuan sensus ini adalah mengorganisasi umat Israel menjadi suatu bangsa dan bala tentara (Bil. 1:3). Jumlah seluruh orang-orang yang berumur 20 tahun ke atas dan dianggap sanggup berperang adalah berjumlah 603.550 orang, namun tidak termasuk suku Lewi (ayat Bil. 1:45-47). Oleh karena itu, bangsa Israel ketika itu mungkin berjumlah 2 juta jiwa. Dan pada saat itulah Allah mengatur sedemikian rupa kehidupan umat Israel untuk menunjukkan pemimpin tertinggi kehidupan umat Israel.

Pengaturan Allah atas kehidupan umat Israel digambarkan dengan pengaturan tempat perkemahan orang Israel menurut suku-suku mereka. Dan Allah mengatur agar keseluruhan hidup umat-Nya berpusatkan pada diri-Nya sendiri. Allah menentukan perkemahan tiap suku di sebelah utara, timur, selatan dan barat dengan Kemah Suci di tengah-tengahnya (Bilangan 2:1-2). Masing-masing kelompok suku harus berkemah di dekat panji-panji pemimpin kelompok sukunya, sehingga segala sesuatu berjalan secara teratur dan terpimpin dengan Allah sebagai Pemimpin Tertinggi.

Demikianlah seharusnya kehidupan tiap orang percaya dalam gereja Tuhan. Ada kesatuan di antara berbagai keberagaman latar belakang dan cara berpikir karena setiap orang disatukan oleh Satu Pemimpin yang menjadi pusat kehidupan setiap orang percaya, yaitu Allah sendiri, yang telah menyatakan Diri-Nya melalui Kristus. Tuntunan-Nya dapat kita temui dalam Alkitab, Firman Allah.

Kiranya Tuhan terus menolong kita untuk terus menempatkan-Nya sebagai pusat kehidupan kita di tengah segala keberagaman kita sehingga Allah senantiasa dimuliakan melalui kehidupan orang percaya, baik secara pribadi maupun secara bersama-sama.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s