Memberikan yang Terbaik

Bacaan hari ini: Bilangan 18:8-32
“Segala yang terbaik dari minyak dan segala yang terbaik dari anggur dan dari gandum, yakni yang sebagai hasil pertamanya dipersembahkan mereka kepada TUHAN, Aku berikan kepadamu” (Bilangan 18:12)

Seringkali dalam ibadah Minggu, pada waktu memberikan persembahan, pemimpin ibadah mengajak kita memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Apakah “pemberian yang terbaik” itu? Jumlah uang kita? Bagusnya kertas uang kita? Persiapan kita sebelum ibadah, baik yang melayani atau pun tidak?

Dalam bagian ini, kita mempelajari bahwa persembahan yang terbaik dapat meliputi: (1) Secara lahiriah, bila kita ingin memberikan yang terbaik, maka kita seharusnya mempersiapan dengan baik pula, baik itu performance kita dalam pelayanan, kerapian dalam berpakaian, dan sopan santun dalam bertutur kata, hal-hal demikian merupakan persembahan yang terbaik. (2) Secara rohaniah, hendaknya kita menjaga kekudusan hidup, bukan saja tidak menyembah berhala, namun juga harus waspada terhadap berhala rohani yang dapat menghalangi atau membuat kita menyimpang dari jalan Tuhan, seperti hobi, kebiasaan buruk, keegoan kita, dan lain-lain. Hati yang takut akan Tuhan adalah persembahan hidup yang kudus dan terbaik pula. (3) Apapun juga hasil dari jerih lelah pekerjaan kita, merupakan berkat Tuhan, sehingga kita wajib memberikan persembahan sebagai ungkapan syukur. Selain itu, kita juga percaya bahwa segenap anggota keluarga dan aktivitas kita adalah anugerah Tuhan, kita pun wajib mensyukurinya, baik melalui persembahan, kesaksian dan pelayanan untuk sesama kita. (4) Memberikan yang terbaik juga meliputi tanggung jawab kita untuk memelihara rohaniawan yang melayani kita penuh waktu di antara kita, karena mereka adalah orang pilihan Tuhan untuk melayani gereja Tuhan.

Memberikan yang terbaik adalah memberikan segenap hidup kita untuk melakukan kehendak Tuhan, sebagaimana tertulis di dalam Firman-Nya. Seperti kita hendak memberikan sesuatu yang terbaik untuk seorang yang kita kasihi, maka mulai dari pemikiran kita, rencana kita, pelaksanaan kita, sampai pada akhirnya, yaitu berupa pemberian kita, adalah sungguh-sungguh kita lakukan semuanya dengan baik, bukan asal saja.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s