Menjaga Kekudusan Hidup Sepanjang Masa

Bacaan hari ini: Bilangan 20:2-13
“Lalu Allah mengucapkan segala firman ini.” (Keluaran 20:1)

Bagi kita, sulit memahami kesalahan Musa dan Harun yang hanya segitu (satu kali) saja, lalu diberikan hukuman yang demikian berat oleh Tuhan, tidak boleh masuk ke tanah Kanaan. Padahal jika kita lihat seluruh kitab Taurat, Musa menjalankan perintah Tuhan, apa saja yang Tuhan perintahkan, itulah yang dilakukan Musa. Namun dalam kejadian kali ini, mengapa Allah yang biasanya mengampuni dosa orang Israel, tidak dapat memaafkan dosa Musa?

Ada penafsir mengatakan bahwa, ini adalah peristiwa di mana Musa dalam keadaan sangat tertekan/stress berat, jenuh, bosan, bahkan sudah tidak ada kasih untuk umat yang ia pimpin (dipercayakan oleh Tuhan), maka ia bersalah atas perkataan maupun perbuatannya. Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: “Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?” Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum. Sekalipun mujizat berhasil, namun hatinya tidak ada kasih dan tidak dapat mewakilkan Allah, sehingga Allah menegurnya (Bil. 20:12-13). Hal ini sama seperti Tuhan Yesus menegur jemaat Efesus yang sangat sibuk dan rajin luar biasa dalam pelayanan bahkan rela menderita, namun mereka meninggalkan kasih yang semula terhadap Tuhan dan sesama, sehingga Tuhan menegur mereka agar bertobat! (Why. 2:1-7). Bagaimana dengan kita?

Semakin kita melayani Tuhan, bahaya yang terjadi ialah, kita semakin jenuh dan bosan, juga capek rohani (hal rohani kita lakukan dengan cara dunia). Kita tidak lagi bergantung penuh pada Tuhan dan memelihara relasi yang intim dengan Tuhan, melainkan kita hanya melihat pelayanan kita dari sisi manusia dan cara pandang dunia. Kita sudah tidak menghormati kekudusan Tuhan, bahkan kita tidak ada kasih di dalam pelayanan. Karena itu waspadalah, lakukan pelayanan dengan benar!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s