Kota-Kota Perlindungan

Bacaan hari ini: Bilangan 35:9-34
“Keenam kota itu haruslah menjadi tempat perlindungan bagi orang Israel dan bagi orang asing… yang telah membunuh seseorang dengan tidak segaja…” (Bilangan 35:15)

Di tahun-tahun 70-80an muncul film-film silat produk Hong Kong yang sempat digemari banyak orang. Film-film yang dibuat berdasarkan cerita tentang dunia persilatan itu, umumnya mempunyai satu tema yang sama, yaitu balas dendam. Ada sepasang suami-istri yang dibunuh penjahat, lalu anaknya pergi mencari guru silat yang hebat dan setelah itu dia mulai mencari pembunuh orang tuanya. Film silat memang dibuat berdasarkan cerita fiksi, tetapi sesungguhnya menggambarkan realitas kehidupan sepanjang sejarah; tentang pembunuhan dan balas dendam.

Alkitab sejak awal mencatatkan peristiwa pembunuhan Kain terhadap adiknya, Habil, ini ialah awal dari tindakan pembunuhan manusia terhadap sesama manusia lainnya. Sejak awal Alkitab juga telah menetapkan suatu standar hukum bagi pembunuhan, yaitu bahwa orang yang membunuh sesamanya, akan dihukum setimpal atas perbuatannya tersebut (Kej. 9:6; Im. 24:17,21). Penumpah darah, darahnya akan ditumpahkan. Ini adalah hukum keadilan demi perlindungan, demi kemanusiaan; bahwa nyawa manusia bernilai! Manusia tidak berhak menghilangkan nyawa orang lain!

Di sisi lain, kita juga melihat fakta bahwa ketika seseorang terbunuh, maka itu seringkali menyulut kemarahan keluarga korban sehingga tidak jarang telah mendorong tindakan pembalasan yang membabi buta. Karena itu, dalam lingkungan masyarakat bangsa Israel, Allah memerintahkan Musa untuk mendirikan 6 kota perlindungan, supaya jika terjadi kematian yang disebabkan karena kecelakaan, artinya tanpa kesengajaan, maka orang ini akan mendapatkan perlindungan untuk dihindarkan dari amukan keluarga korban atau orang lain yang ikut ambil kesempatan. Jika benar kematian tersebut terjadi tanpa ada unsur kesengajaan, maka penyebab kematian bisa terhindar dari pembalasan sampai nyawanya sendiri hilang. Ini adalah kemurahan Allah, sekaligus keadilan untuk diterapkan dalam kehidupan manusia yang sudah cemar dosa. Dengan hukum ini, nilai kemanusiaan dan keadilan mendapat keseimbangan dalam masyarakat umat Allah.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s