Memahami Karya Allah di Masa Lalu

Bacaan hari ini: Ulangan 1-2
“Inilah perkataan-perkataan yang diucapkan Musa kepada seluruh orang Israel di seberang sungai Yordan …” (Ulangan 1:1)

40 tahun perjalanan di padang gurun sudah hampir berakhir, demikian juga masa pelayanan Musa sebagai pemimpin umat. Sebelum memasuki negeri perjanjian, Musa kembali menjabarkan semua hal penting yang telah terjadi supaya pengalaman masa lalu yang penuh kegagalan itu tidak sia-sia, tetapi melaluinya, generasi yang baru ini dapat memahami bagaimana TUHAN senantiasa berkarya di tengah-tengah mereka.

Peristiwa pengangkatan hakim-hakim menunjukkan, Musa bukanlah seorang pemimpin yang suka memegang kuasa tunggal; sekalipun sudah ditunjuk oleh TUHAN sebagai pemimpin atas umat, tapi dia tidak kemaruk kuasa. Dia rindu Allah memberkati perkembangan umat-Nya seribu lipat, tapi dia tidak tergoda untuk mencuri kemuliaan sebagai pemimpin tunggal. Dia mendengar nasihat mertuanya Yitro agar melibatkan banyak pemimpin dari perwakilan suku, sehingga kebutuhan umat tertangani dengan baik.

Riwayat 12 pengintai diangkat untuk mengajar generasi yang baru ini, adalah penyebab utama kehidupan penuh sengsara yang dijalani orangtua mereka selama 40 tahun, di padang belantara. Bahwa TUHAN yang telah membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir dengan kuasa-Nya yang dahsyat, akan memberikan tanah yang sudah dijanjikan-Nya pada mereka, dan sudah terbukti bahwa hasil tanahnya begitu baik. Tapi merekalah yang menolak, karena tidak beriman, tidak percaya bahwa Allah ada bersama mereka. Alasan itulah yang menyebabkan mereka dimurkai Allah dan tidak diijinkan memasuki tanah perjanjian.

Pengalaman peperangan mereka mengajarkan hal penting, yaitu; bahwa mereka akan dipakai oleh TUHAN untuk menghukum kejahatan dan dosa musuh-musuh mereka. Mereka tidak pernah boleh berperang atas kemauan mereka sendiri! Bangsa-bangsa berperang, yang satu bangkit menyerang yang lain karena keserakahan dan motivasi dosa, namun umat Allah tidak berperang demi alasan itu! Umat Allah berperang, sebagai alat TUHAN untuk menghukum kejahatan yang sudah menumpuk sampai saatnya penghakiman ilahi dinyatakan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s