Mengasihi Tuhan

Bacaan hari ini: Ulangan 11
“Haruslah engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia kewajibanmu terhadap Dia …” (Ulangan 11:1)

Pada bagian ini Musa mengingatkan bangsa Israel agar mereka mengasihi Tuhan terutama ketika mereka nanti sudah hidup di tanah Perjanjian/Kanaan. Apa maksudnya “mengasihi Tuhan?”

Pertama, mengasihi Tuhan berarti melakukan kehendak dan perintah-Nya. Mengasihi bukan sekadar suatu perasaan atau perkataan semata, tapi harus diwujudnyatakan dalam kehidupan. Ketika bangsa Israel diminta untuk mengasihi Tuhan maka seharusnyalah mereka melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan, sebagaimana yang telah Tuhan nyatakan lewat Musa. Mengapa mereka harus mengasihi Tuhan selamanya? Ini tak lepas dari apa yang Tuhan lakukan dalam kehidupan Israel. Ayat 2-7 menyatakan semua yang telah Tuhan lakukan, suatu perbuatan besar dalam kehidupan mereka. Kedua, mengasihi Tuhan berarti menjadikan Tuhan segalanya dalam kehidupan, mereka tidak bisa hidup tanpa Tuhan. Ini diwujudkan dalam kehidupan bangsa Israel dengan jangan sampai mereka melupakan Tuhan dengan menyembah berhala atau allah lain (ay. 16). Menyembah allah lain adalah sama dengan berada pada jalan hidup yang salah. Juga, mereka harus mengajar anak-anak dan keturunan mereka untuk hidup mengasihi Tuhan (ay. 18-21). Terlebih dari semua itu adalah, bangsa Israel harus menyadari bahwa mereka sekarang adalah umat kepunyaan Tuhan yang telah memilih dan melepaskan mereka dari Mesir.

Bagaimanakah aplikasinya dalam kehidupan kita? (1) Kita harus lebih dulu menyadari akan apa yang Tuhan sudah lakukan dalam kehidupan kita di dalam Kristus. Dia telah melepaskan kita dari dosa melalui kematian dan kebangkitan Kristus, dan memberikan kehidupan yang kekal di dalam Dia. (2) Marilah kita mempersembahkan hidup kita untuk melakukan kehendak-Nya sesuai firman-Nya. (3) Jangan kita melupakan Tuhan dan menyembah allah lain. Menyembah allah lain bisa berarti kita lebih menyandarkan hidup kita kepada kekuatan kita sendiri, uang/materi, atau orang lain. (4) Kita harus “mewariskan” iman kita ini kepada anak cucu kita; sehingga mereka tidak pernah melupakan Tuhan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s