Menentang kekerasan yang Sewenang-Wenang

Bacaan hari ini: Ulangan 25:1-4
“Empat puluh kali harus orang itu dipukuli, jangan lebih…” (Ulangan 25:3).

Pada era demokrasi, masyarakat berjuang menentang kekuasaan yang berlaku sewenang-wenang. Akibat dari tindakan kekuasaan yang sewenang-wenang hanyalah ketidakadilan dan kekerasan yang tidak manusiawi. Karena itu tidaklah mengherankan, apabila kita dapat melihat berbagai demo yang mengaspirasikan penolakan terhadap kesewenang-wenangan itu.

Ketika bangsa Israel memasuki tanah Perjanjian, Allah memberikan arahan (tuntunan) kepada mereka untuk menjauhi kehidupan yang penuh kekerasan (kekuasaan) yang sewenang-wenang. Tuntutan ini membawa bangsa Israel memiliki kehidupan yang berbeda dengan bangsa-bangsa sekitarnya. (1) Supaya bangsa Israel memperlakukan sesamanya dengan adil, bukan dengan kekerasan yang sewenang-wenang. Perlakuan yang adil harus nyata di dalam setiap proses pengadilan yang dilakukan. Setiap proses harus bersih dari kekuasaan yang sewenang-wenang. (2) Supaya bangsa Israel menjalankan hukum dengan tidak membeda-bedakan orang yang terhukum. Itu berarti, yang telah diputuskan bersalah oleh pengadilan, harus menjalani hukumannya. Keadilan yang dinyatakan adalah mewakili sifat Allah yang adil, yang membenci dosa dan menghukum orang yang berdosa. Karena itu, perlu untuk menghargai segala keputusan pengadilan yang telah diputuskan. (3) Supaya pengadilan tidak memberikan hukuman yang sewenang-wenang terhadap orang yang bersalah. Artinya, ada batas maksimal untuk menjatuhi dan memberi hukuman terhadap mereka yang bersalah. Untuk kasus perselisihan pada waktu itu, Musa mencatat “empat puluh kali, jangan lebih.” (4) Supaya bangsa Israel belajar memperlakukan saudaranya sebagaimana mestinya, dan bukan merendahkannya karena kesalahan yang telah diperbuatnya. Sikap yang mau mengampuni dan memulihkan orang yang bersalah dan menjalani hukumannya, akan lebih memungkinkan untuk membangun kehidupannya dengan lebih baik lagi.

Bagaimana dengan kita? Kiranya hikmat Tuhan selalu memenuhi dan menguasai hati kita untuk bersikap adil!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s