Tiga Hal Perintah Musa

Bacaan hari ini: Ulangan 32:44-47
“… perhatikanlah …supaya kamu memerintahkannya kepada anak-anakmu untuk melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini.” (Ulangan 32:46)

Seringkali orangtua kita memberitahukan agar kita memperhatikan pesan-pesan mereka, seperti pengajaran, teguran, atau bahkan pendidikan. Seorang anak disebut berbahagia adalah ketika ia dapat memperhatikan pesan-pesan tersebut. Demikian halnya ketika kita dapat memperhatikan pesan Tuhan. Dengan mengingat pesan-pesan-Nya, kita akan selalu ingat kasih setia-Nya yang tidak pernah meninggalkan kita.

Sebelum kematiannya, Musa memberitahukan tiga hal pada bangsa Israel, supaya diperhatikan: (1) Memperhatikan. Musa menasihati bangsa Israel untuk memperhatikan Taurat TUHAN (ay. 46). Musa meminta bangsa Israel agar tetap memperhatikan dan mengingat perintah Allah. Firman Allah berkata: “Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat” (Ams. 10:17). Seorang yang memperhatikan/mengindahkan Firman Tuhan tidak akan tersesat, tetapi seorang yang mengabaikan teguran Firman Tuhan, akan tersesat. (2) Memerintahkan. Musa meminta pada bangsa Israel agar memerintahkan Taurat bagi anak-anak mereka (“supaya kamu memerintahkannya kepada anak-anakmu”). Musa mengehendaki agar Taurat juga diajarkan kepada anak-anak mereka, sehingga ketika kelak mereka bertumbuh dewasa, mereka tetap mengingat kasih setia Tuhan terhadap Israel. Jika Taurat tidak diajarkan sejak dini, maka generasi selanjutnya akan bertumbuh menjadi generasi yang tidak mengenal Allah. (3) Melakukan. Hal yang paling penting dan tidak boleh dilupakan adalah melakukan segala yang tertulis di dalam Taurat (“melakukannya dengan setia”). Ketika bangsa Israel telah memperhatikan dan mengajarkannya kepada anak-anak mereka, maka sebagai respon atas Taurat adalah melakukan atau mempraktikkan Taurat di dalam hidup mereka. Bagaimana dengan kita?

Kecenderungan banyak orang ialah, hanya mendengar firman Tuhan, namun tidak melakukannya dalam kehidupannya sehari-hari. Perkataan Musa ini mengingatkan kita agar firman Tuhan bukan hanya perintah yang sekadar didengar, tetapi juga harus dilakukan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s