Membuang Undi

Bacaan hari ini: Yosua 18:1-10
“Lalu Yosua membuang undi bagi mereka di Silo, di hadapan TUHAN, dan di sanalah Yosua membagikan negeri itu kepada orang Israel, sesuai dengan pembagian mereka.” (Yosua 18:10)

Setelah bangsa Israel memasuki dan menguasai sebagian tanah Kanaan, dilakukanlah pengundian untuk menentukan batas wilayah masing-masing suku dari bangsa Israel. Kemudian masing-masing suku menduduki wilayah sebagaimana yang mereka dapatkan dari hasil pengundian tersebut; meskipun ada wilayah yang dikuasai bukan karena pengundian (mis. Hebron – Yos. 14:6-13).

Memang harus diakui bahwa Alkitab, khususnya Perjanjian Lama dan ada sedikit catatan Perjanjian Baru, memakai cara membuang undi untuk menetapkan sebuah keputusan atas suatu persoalan. Berikut ini beberapa contoh “membuang undi” yang dipakai di dalam Alkitab: (a) Pembagian wilayah: membuang undi berkaitan dengan pembagian wilayah tersebut dan diizinkan TUHAN (Yos. 14:2, bdk. 13:6; Yos. 18:6, 8,10, dst); (b) Pene-tapan Pemimpin: membuang undi untuk menetapkan pemimpin yang akan menyelenggarakan ibadah dari kelompok orang Lewi (bdk. 1Taw. 24:3-5); (c) Penyelesaian masalah: menyelesaikan persoalan di antara pemimpin (bnd. Ams. 18:18); (d) Menentukan siapa yang bersalah atas suatu malapetaka (bdk. Yun. 1:7)—cara ini tidak lazim dipakai; (e) Menentukan siapa yang bertugas di Bait Suci (bdk. Luk. 1:9); (f) Menentukan posisi rasul pengganti Yudas (bdk. Kis. 1:26). Dari sejumlah contoh penggunaan “membuang undi” ini dapat kita simpulkan bahwa ini adalah salah satu cara yang tidak bertentangan dengan Alkitab, yang dipakai umat TUHAN pada masa lalu untuk mengambil suatu keputusan, meskipun sampai hari ini cara tersebut tidak lazim digunakan di dalam kekristenan, baik itu di dalam gereja ataupun di dalam organisasi dan instansi Kristen lainnya.

Bagi kekristenan masa kini, cara “membuang undi” untuk mengambil sebuah keputusan penting terkait dengan pelayanan gerejawi atau menentukan siapa yang memimpin, tidak lagi digunakan sebagaimana pada zaman PL dan permulaan PB. Pada zaman ini Tuhan menuntun umat-Nya untuk mengambil keputusan yang tepat dengan cara yang sesuai dengan konteks dan situasi zamannya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s