Kepemimpinan yang Menguatkan

Bacaan hari ini: Hakim-Hakim 4:1-24
“Jawab Barak kepada Debora: Jika engkau turut maju akupun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju akupun tidak maju.” (Hakim-Hakim 4:8)

Debora adalah seorang hakim wanita di Israel. Debora berarti “lebah”, adalah seorang nabiah dan satu-satunya hakim perempuan dari zaman pra-kerajaan Israel dalam Perjanjian Lama. Tuhan menyam-paikan pesan kepada Barak, melalui Debora, di tengah zaman yang sangat mengagungkan kepemimpinan laki-laki. Kisahnya diceritakan dalam dua pasal Kitab Hakim-hakim, yakni pasal 4 dan 5. Respons yang diberikan Barak pada saat itu adalah, ia gentar untuk mengerjakan kehendak Tuhan dalam menghadapi musuh, sehingga ia menginginkan agar Debora pergi menyertainya. Sebagai jawaban atas permintaan Barak itu, maka Debora mengatakan bersedia, namun Barak tidak akan mendapatkan kehormatan dalam perjalanan itu.

Kenyataannya adalah, bukan Barak yang mengalahkan musuh ketika mereka pergi berperang. Allah justru memakai seorang wanita bernama Yael untuk mengalahkan panglima pasukan Kanaan, Sisera, yang saat itu menjadi lawan bangsa Israel. Peperangan berhasil dimenangkan, namun yang mengalahkan Sang Panglima musuh itu adalah seorang wanita, yang dalam budaya pada waktu itu dianggap sebagai seorang yang tidak layak diperhitungkan dalam peperangan. Kehormatan jatuh ke tangan Yael, istri Heber, seorang tukang tenda suku Keni. Yael membunuh Sisera dengan memakukan paku tenda di kepala Sisera ketika ia tidur.

Barak melakukan kehendak Tuhan untuk pergi berperang melawan tentara yang dipimpin Panglima Sisera. Kitab Ibrani 11 tetap memasukkan nama Barak sebagai pahlawan iman. Dan Tuhan memakai Debora untuk menguatkannya. Debora mengerjakan perannya, mengarahkan orang lain mengerjakan tugasnya dengan benar, tanpa mengambil alih tugas orang tersebut. Menjadi seorang pemimpin yang demikian membutuhkan hikmat dan kesediaan mengerjakan lebih dari sekadar mengatakan kehendak Allah, namun sekaligus menyediakan waktu dan tenaga untuk menguatkan orang tersebut mengerjakan perintah Allah. Lalu, bagaimana dengan kita? Marilah kita meneladani sikap Debora!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s