Keserakahan Abimelekh

Bacaan hari ini: Hakim-Hakim 9
“Demikianlah Allah membalaskan kejahatan yang dilakukan oleh Abimelekh kepada ayahnya, yaitu pembunuhan atas ketujuh puluh saudaranya.” (Hakim-Hakim 9:56)

Abimelekh bin Yerubaal, artinya Abimelekh anak Gideon. Abimelekh adalah anak dari gundiknya atau “istri” simpanan yang berasal dari Sikhem. Ketika ayahnya mati, tentu harus ada yang menggantikan. Dan yang seharusnya menggantikan kedudukan Gideon adalah salah satu dari tujuh puluh orang anak laki-lakinya, yakni anak dari istri sahnya, bukan anak dari “istri” simpanannya. Namun karena keserakahan Abimelekh, ia menghalalkan segala cara demi tercapai keinginannya, yaitu: “menjadi raja atas Sikhem”.

Pertama, Abimelekh pergi ke keluarganya di Sikhem untuk mendapat dukungan. Ia berhasil mempengaruhi keluarganya. Maka keluarganya pun melakukan apa yang dinginkan Abimelekh, yaitu memberitahukan kepada orang-orang seluruh kota Sikhem untuk mendukungnya menjadi raja atas Sikhem. Dan seluruh warga kota itu pun menyetujuinya, dengan alasan: karena Abimelekh adalah saudara kita. Abimelekh mendapatkan support finansial dari warga kota itu, sebanyak tujuh puluh uang perak.

Kedua, Abimelekh membayar orang supaya bersama-sama dengan dirinya pergi ke Ofra, rumah Gideon, dan membunuh tujuh puluh anak laki-laki Gideon (Yotam, anak bungsu Gideon, selamat). Selama tujuh puluh anak Gideon itu masih hidup, itu merupakan ancaman bagi Abimelekh. Jadi supaya aman, mereka semua harus ditewaskan. Akibat dari semua yang dilakukan Abimelekh, mendatangkan kebinasaan bagi dirinya, keluarganya dan bangsanya (bdk. Hak. 9:22-57).

Orang yang serakah adalah yang tidak mensyukuri apapun yang telah Tuhan berikan. Dia menginginkan lebih dan lebih. Bahkan ia merasa bahwa kehidupan dan kesuksesan orang lain merupakan ancaman besar baginya, sehingga ia nekat membunuh demi tercapainya keinginannya. Marilah kita menjadi pribadi yang selalu mau bersyukur kepada TUHAN YESUS, untuk segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, baik dalam suka maupun dalam duka. Kikislah keserakahan itu dengan suka memberi. Tuhan tahu bagaimana memberkati kita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s